Penelitian acak ini melibatkan 17 orang dewasa berusia 24–56 tahun dengan cedera otak traumatik kronis. Para peserta dibagi ke kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen menggunakan Brain Fitness Program 2.0, yang berisi permainan kognitif untuk melatih perhatian, memori, dan kecepatan berpikir.
Peserta menyelesaikan 40 sesi masing-masing satu jam selama 14 minggu. Tim peneliti memakai pencitraan resonansi magnetik difusi untuk mengukur perubahan pada jalur serabut saraf di otak. Perubahan struktur materi putih itu berkaitan dengan perbaikan pada tes kecepatan pemrosesan, perhatian, dan memori kerja.
Menurut Gerald Voelbel dari NYU Steinhardt, hasil studi menunjukkan bahwa remediasi kognitif berbasis komputer dapat memicu neuroplastisitas. Penelitian ini dipublikasikan di Journal of Neurotrauma.
Kata-kata sulit
- cedera otak traumatik — kerusakan otak karena benturan atau pukulan
- remediasi kognitif — latihan untuk memperbaiki fungsi pikir
- neuroplastisitas — kemampuan otak berubah dan menyesuaikan diri
- materi putih — bagian otak yang berisi serabut saraf
- resonansi magnetik — teknik pencitraan otak dengan medan magnet
- serabut saraf — kumpulan serat yang menghubungkan bagian otak
- memicu — membuat sesuatu mulai terjadi atau tumbuh
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda akan mencoba program latihan kognitif seperti ini? Mengapa atau mengapa tidak?
- Bagaimana menurut Anda perbaikan pada materi putih bisa mempengaruhi kegiatan sehari-hari peserta?
- Apa kekurangan atau hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian yang menggunakan program berbasis komputer seperti ini?
Artikel terkait
Kemarahan dan Ketidakpercayaan Menghambat Respons Ebola di Kongo
Petugas kesehatan di Republik Demokratik Kongo menghadapi kemarahan dan ketidakpercayaan saat merespons wabah Ebola. Per 11 Juni tercatat 635 kasus terkonfirmasi dan 127 kematian; para ahli menekankan kebutuhan respons yang lebih luas dan dukungan komunitas.
Tanda penuaan monosit terkait gejala suasana hati pada depresi
Penelitian menemukan penanda penuaan epigenetik pada monosit berkaitan dengan gejala suasana hati dan kognitif depresi, seperti kehilangan kesenangan dan perasaan putus asa, tetapi tidak terkait gejala fisik. Studi melibatkan wanita dengan dan tanpa HIV.
SEWA: Sistem Peringatan Dini Satelit untuk Afrika
SEWA, sistem peringatan dini berbasis satelit, diluncurkan pada forum tingkat tinggi di Windhoek untuk memperkuat peringatan cuaca dan iklim. Sistem ini meningkatkan akses data dan membangun kapasitas untuk pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas rentan.