Peneliti dari University of Zurich mempelajari proses yang mereka sebut mentalisasi adaptif. Mereka ingin tahu seberapa cepat orang menebak pikiran orang lain dan lalu mengubah perilaku mereka.
Lebih dari 550 orang ikut serta dan memainkan gunting-kertas-batu melawan lawan manusia atau lawan buatan. Tim memakai model komputasi baru untuk mengukur bagaimana peserta menilai lawan dan memperbarui taksiran setelah tiap ronde.
Peneliti juga memakai pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) untuk melihat area otak yang aktif saat orang merevisi tebakan. Hasil menunjukkan banyak orang fleksibel, tetapi kecepatan menyesuaikan berbeda antar individu.
Kata-kata sulit
- mentalisasi adaptif — proses menebak dan menyesuaikan pikiran orang lain
- model komputasi — cara matematis atau komputer untuk menjelaskan data
- pencitraan — metode membuat gambar bagian dalam tubuh
- memperbarui — mengubah atau mengganti informasi dengan yang baru
- taksiran — perkiraan jumlah atau nilai berdasarkan data
- fleksibel — mudah berubah atau menyesuaikan dengan kondisi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu mengubah perilaku setelah menebak pikiran orang lain? Ceritakan singkat.
- Apakah menurutmu cepat menyesuaikan perilaku penting dalam permainan? Mengapa?
- Bagaimana pendapatmu tentang peneliti yang melihat area otak saat orang merevisi tebakan?
Artikel terkait
Tidur, Pembersihan Otak, dan Risiko Demensia
Sebuah tinjauan oleh ahli neurosains membahas bagaimana tidur membantu membersihkan otak dan mengapa gangguan ritme tidur bisa meningkatkan risiko demensia. Peneliti juga melihat tanda seperti perubahan detak jantung sebagai petunjuk risiko.
Kesehatan Mental Perinatal dan Pentingnya Dukungan
Sekitar 20% wanita mengalami depresi atau kecemasan selama kehamilan dan tahun pertama setelah melahirkan. Peneliti dan psikiater Kara Zivin berbagi pengalamannya dan menekankan kebutuhan dukungan sosial serta perhatian kebijakan kesehatan.
Tikus CC023 dan kemungkinan hubungan antara infeksi virus dan ALS
Peneliti menemukan bahwa tikus strain CC023 merespons infeksi virus dengan cara yang mirip penyakit ALS pada manusia. Model tikus ini mungkin membantu menemukan penanda awal dan mendukung pengembangan pengobatan untuk ALS sporadis.
Transplantasi sel bantu kesehatan jantung setelah cedera sumsum tulang belakang
Para peneliti menguji transplantasi sel pada tikus untuk memperbaiki kontrol saraf atas tekanan darah dan denyut jantung setelah cedera sumsum tulang belakang. Hasil menunjukkan perbaikan saraf, namun respons hormon berlebih tetap ada.