Peneliti dari University of Zurich mempelajari proses yang mereka sebut mentalisasi adaptif. Mereka ingin tahu seberapa cepat orang menebak pikiran orang lain dan lalu mengubah perilaku mereka.
Lebih dari 550 orang ikut serta dan memainkan gunting-kertas-batu melawan lawan manusia atau lawan buatan. Tim memakai model komputasi baru untuk mengukur bagaimana peserta menilai lawan dan memperbarui taksiran setelah tiap ronde.
Peneliti juga memakai pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) untuk melihat area otak yang aktif saat orang merevisi tebakan. Hasil menunjukkan banyak orang fleksibel, tetapi kecepatan menyesuaikan berbeda antar individu.
Kata-kata sulit
- mentalisasi adaptif — proses menebak dan menyesuaikan pikiran orang lain
- model komputasi — cara matematis atau komputer untuk menjelaskan data
- pencitraan — metode membuat gambar bagian dalam tubuh
- memperbarui — mengubah atau mengganti informasi dengan yang baru
- taksiran — perkiraan jumlah atau nilai berdasarkan data
- fleksibel — mudah berubah atau menyesuaikan dengan kondisi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu mengubah perilaku setelah menebak pikiran orang lain? Ceritakan singkat.
- Apakah menurutmu cepat menyesuaikan perilaku penting dalam permainan? Mengapa?
- Bagaimana pendapatmu tentang peneliti yang melihat area otak saat orang merevisi tebakan?
Artikel terkait
Membuka atau Menyembunyikan Identitas Memengaruhi Emosi Sehari-hari
Penelitian mengikuti orang dewasa muda dari kelompok seksual dan gender minoritas selama delapan hari. Menyembunyikan identitas terkait ketegangan emosional dan rasa percaya diri lebih rendah, sedangkan keterbukaan terkait kejelasan diri dan perasaan positif.
Pencitraan Otak Menjelaskan PTSD pada Penanggapi WTC
Penelitian dengan pemindaian MRI pada penanggapi World Trade Center menemukan perbedaan struktur otak pada mereka yang punya PTSD. Temuan ini mendukung bukti biologis bahwa trauma memengaruhi integritas saraf dan bisa membantu diagnosis serta perawatan.
Senyawa Baru di ETH Zurich Lambatkan Gejala Alzheimer pada Tikus
Tim di ETH Zurich, dipimpin Ursula Quitterer, menemukan senyawa yang mencegah penggumpalan enzim GRK2 dan melambatkan gejala Alzheimer pada tikus. Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal Cell Reports Medicine dan kini sedang dicari pengembang industri.