Penelitian dari departemen fisiologi integratif dan ilmu saraf di Washington State University, yang diterbitkan di Journal of Neuroscience, meneliti hubungan antara korteks prelimbik dan thalamus paraventrikular. Tim menggunakan model praklinis yang meniru penggunaan opioid pada manusia untuk melihat perilaku mencari obat.
Mereka menemukan bahwa sinyal dari korteks prelimbik sangat mengaktifkan thalamus paraventrikular, dan bahwa mengurangi aktivitas jalur ini secara signifikan mengurangi mencari heroin. Dua metode digunakan: kemogenetika, yang memperkenalkan reseptor rancangan ke neuron yang memproyeksikan ke thalamus, dan optogenetika, yang memberi pola cahaya frekuensi rendah untuk mendesensitisasi koneksi.
Hasil ini menunjukkan jalur otak tertentu dapat menjadi target intervensi untuk mencegah kambuh, dan peneliti menyarankan pendekatan serupa dapat diadaptasi untuk manusia dan zat lain.
Kata-kata sulit
- korteks — lapisan luar otak yang mengatur fungsi komplekskorteks prelimbik
- thalamus — bagian otak yang meneruskan dan memproses sinyalthalamus paraventrikular
- model — rancangan penelitian sebelum uji coba pada manusiamodel praklinis
- opioid — jenis obat yang memengaruhi sistem saraf
- kemogenetika — metode mengendalikan sel saraf dengan obat khusus
- optogenetika — metode mengendalikan sel saraf dengan cahaya
- intervensi — tindakan untuk mengubah atau menghentikan masalah
- kambuh — kembali munculnya perilaku mencari obat
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana hasil penelitian ini bisa membantu mencegah kambuh pada orang yang kecanduan?
- Apa keuntungan dan keterbatasan menggunakan model praklinis untuk meneliti obat dibandingkan penelitian pada manusia?
- Jika akan dikembangkan untuk manusia, metode mana yang menurutmu lebih mudah digunakan, kemogenetika atau optogenetika? Mengapa?
Artikel terkait
Model Fisika Baru untuk Meningkatkan Ketajaman MRI
Peneliti di Rice University dan Oak Ridge National Laboratory mengembangkan model fisika baru yang menghubungkan gerak molekul dengan sinyal MRI klinis. Studi ini menjelaskan relaksasi NMR dalam cairan dan diuji pada frekuensi MRI klinis.
Merokok kanabis dan diet olahan tingkatkan risiko masalah jantung
Studi laboratorium menemukan merokok hemp (kanabis) dapat melemahkan jantung dan risikonya lebih besar jika orang makan banyak makanan olahan tinggi minyak biji. Kombinasi itu juga melemahkan sistem kekebalan dan perbaikan tubuh.
Transplantasi sel bantu kesehatan jantung setelah cedera sumsum tulang belakang
Para peneliti menguji transplantasi sel pada tikus untuk memperbaiki kontrol saraf atas tekanan darah dan denyut jantung setelah cedera sumsum tulang belakang. Hasil menunjukkan perbaikan saraf, namun respons hormon berlebih tetap ada.