Tim peneliti dari sebuah universitas di Amerika Serikat mempelajari sirkuit otak antara korteks prelimbik dan thalamus paraventrikular. Mereka memakai model praklinis yang meniru penggunaan opioid pada manusia dan melihat perilaku mencari obat.
Peneliti menemukan bahwa mengurangi aktivitas jalur ini menurunkan perilaku mencari obat. Mereka menggunakan dua metode utama: kemogenetika, yaitu memasukkan reseptor yang bisa diaktifkan obat khusus, dan optogenetika, yaitu memakai cahaya lewat serat optik untuk mengubah sambungan saraf.
Kata-kata sulit
- sirkuit — kumpulan jalur atau sambungan di otak
- korteks — lapisan luar bagian otak yang berfungsi
- thalamus — bagian dalam otak yang menghubungkan sinyal
- model praklinis — percobaan pada hewan atau sistem sebelum uji manusia
- kemogenetika — metode memasang reseptor yang diaktifkan obat
- optogenetika — metode menggunakan cahaya untuk mengubah saraf
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu peneliti memakai model praklinis sebelum uji pada manusia?
- Bagaimana perasaanmu tentang penggunaan cahaya untuk mengubah sambungan saraf?
- Apakah menurutmu menurunkan perilaku mencari obat penting? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Otak Mulai Bersiap Melawan Virus Beberapa Jam Setelah Infeksi
Peneliti Rockefeller melaporkan bahwa otak pada tikus mengaktifkan gen antivirus beberapa jam setelah infeksi di bagian tubuh yang jauh. Respons ini dipicu oleh sinyal dari jaringan terinfeksi dan melibatkan interferon dan penghalang darah-otak.
Semprotan Hidung Baru Bantu Balikkan Penuaan Otak pada Model Praklinis
Peneliti di Texas A&M melaporkan semprotan hidung yang mengirim vesikel kecil berisi mikroRNA ke otak. Pada model praklinis, dua dosis mengurangi peradangan, memperbaiki mitokondria neuron, dan meningkatkan memori selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.