Tim peneliti dari sebuah universitas di Amerika Serikat mempelajari sirkuit otak antara korteks prelimbik dan thalamus paraventrikular. Mereka memakai model praklinis yang meniru penggunaan opioid pada manusia dan melihat perilaku mencari obat.
Peneliti menemukan bahwa mengurangi aktivitas jalur ini menurunkan perilaku mencari obat. Mereka menggunakan dua metode utama: kemogenetika, yaitu memasukkan reseptor yang bisa diaktifkan obat khusus, dan optogenetika, yaitu memakai cahaya lewat serat optik untuk mengubah sambungan saraf.
Kata-kata sulit
- sirkuit — kumpulan jalur atau sambungan di otak
- korteks — lapisan luar bagian otak yang berfungsi
- thalamus — bagian dalam otak yang menghubungkan sinyal
- model praklinis — percobaan pada hewan atau sistem sebelum uji manusia
- kemogenetika — metode memasang reseptor yang diaktifkan obat
- optogenetika — metode menggunakan cahaya untuk mengubah saraf
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu peneliti memakai model praklinis sebelum uji pada manusia?
- Bagaimana perasaanmu tentang penggunaan cahaya untuk mengubah sambungan saraf?
- Apakah menurutmu menurunkan perilaku mencari obat penting? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Penelitian Brown: Target mTOR untuk Obat Kanker Lebih Spesifik
Penelitian dari Brown University menemukan cara memahami dua kompleks protein mTOR. Hasilnya menunjukkan kemungkinan memblokir hanya mTORC2 untuk menghentikan sinyal pertumbuhan kanker tanpa memicu jalur kelangsungan hidup.
Studi: Uji Klinis Obat Kurang Mewakili Keberagaman AS
Peneliti dari University of California menelaah 341 uji penting (2017–2023) dan menemukan hanya 6% uji yang mencerminkan komposisi rasial dan etnis AS. Mereka menganalisis tren ketidakwakilan dan merekomendasikan peningkatan keberagaman sejak awal pengembangan obat.