Penelitian baru menjelaskan mengapa beberapa gunung berapi yang kaya gas tidak selalu meletus secara eksplosif. Selama ini, para ilmuwan menganggap gelembung terbentuk terutama saat tekanan turun ketika magma naik. Model itu mirip sampanye: gas terlarut keluar saat tekanan berkurang dan membentuk gelembung yang membuat magma naik lebih cepat dan terkadang meledak.
Artikel di jurnal Science melaporkan mekanisme tambahan. Geser di saluran magma — perbedaan kecepatan antara bagian tengah dan dinding — bisa menghasilkan gelembung di tepi saluran. Jika gelembung tumbuh dan bergabung jauh di dalam saluran, mereka membentuk jalur kecil untuk gas keluar. Kehilangan gas lewat jalur ini dapat membuat keluarnya magma lebih tenang.
Tim melakukan percobaan laboratorium dengan cairan kental yang disaturasi karbon dioksida. Mereka juga menggunakan simulasi komputer. Hasilnya menunjukkan geser dapat mempercepat atau mengurangi potensi ledakan, tergantung bagaimana gelembung terbentuk dan bergabung.
Kata-kata sulit
- penelitian — Proses mencari tahu atau mengkaji sesuatu.
- magma — Batu cair yang muncul dari dalam bumi.
- gelembung — Bentuk bulat yang berisi gas atau udara.
- gaya gesek — Kekuatan yang menghambat gerakan dua benda bertemu.
- letusan — Proses keluarnya bahan dari gunung berapi.
- tekanan — Kekuatan yang diterapkan pada suatu area.
- ilmu — Pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian.ilmuwan
- memperhitungkan — Perkiraan tentang apa yang akan terjadi.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana gaya gesek mempengaruhi aktivitas gunung berapi?
- Mengapa penting untuk memprediksi letusan gunung berapi?
- Apa dampak letusan gunung berapi terhadap lingkungan?
Artikel terkait
Sains warga bantu pantau kesehatan dan SDG
Tinjauan ilmiah menemukan sains warga dapat membantu memantau indikator kesehatan dan kesejahteraan yang terkait SDG dan Target Triple Billion WHO. Studi ini menunjukkan potensi besar, contoh praktik, serta tantangan kualitas dan partisipasi.
Forum Jurnalis Sains: Pelajaran dari Pandemi
Science Journalism Forum (30 Agustus—2 September) mengumpulkan jurnalis dan editor secara daring untuk membahas tantangan jurnalisme sains selama pandemi. Konferensi bertujuan memperkuat jaringan dan keterampilan, terutama di negara berkembang.
Siklon Ditwah Hantam Sri Lanka
Siklon Ditwah melanda Sri Lanka bulan lalu dan menyebabkan kerusakan luas serta korban jiwa. Ahli mengatakan dampak lebih besar karena peringatan dan aturan penggunaan lahan tidak dipatuhi, sehingga perlu pemulihan berbasis ilmu dan perencanaan lebih baik.