Penelitian baru menjelaskan mengapa beberapa gunung berapi yang kaya gas tidak selalu meletus secara eksplosif. Selama ini, para ilmuwan menganggap gelembung terbentuk terutama saat tekanan turun ketika magma naik. Model itu mirip sampanye: gas terlarut keluar saat tekanan berkurang dan membentuk gelembung yang membuat magma naik lebih cepat dan terkadang meledak.
Artikel di jurnal Science melaporkan mekanisme tambahan. Geser di saluran magma — perbedaan kecepatan antara bagian tengah dan dinding — bisa menghasilkan gelembung di tepi saluran. Jika gelembung tumbuh dan bergabung jauh di dalam saluran, mereka membentuk jalur kecil untuk gas keluar. Kehilangan gas lewat jalur ini dapat membuat keluarnya magma lebih tenang.
Tim melakukan percobaan laboratorium dengan cairan kental yang disaturasi karbon dioksida. Mereka juga menggunakan simulasi komputer. Hasilnya menunjukkan geser dapat mempercepat atau mengurangi potensi ledakan, tergantung bagaimana gelembung terbentuk dan bergabung.
Kata-kata sulit
- penelitian — Proses mencari tahu atau mengkaji sesuatu.
- magma — Batu cair yang muncul dari dalam bumi.
- gelembung — Bentuk bulat yang berisi gas atau udara.
- gaya gesek — Kekuatan yang menghambat gerakan dua benda bertemu.
- letusan — Proses keluarnya bahan dari gunung berapi.
- tekanan — Kekuatan yang diterapkan pada suatu area.
- ilmu — Pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian.ilmuwan
- memperhitungkan — Perkiraan tentang apa yang akan terjadi.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana gaya gesek mempengaruhi aktivitas gunung berapi?
- Mengapa penting untuk memprediksi letusan gunung berapi?
- Apa dampak letusan gunung berapi terhadap lingkungan?
Artikel terkait
Kerala tetapkan Bacillus subtilis sebagai mikroba resmi
Kerala menetapkan Bacillus subtilis sebagai mikroba resmi untuk menyoroti potensi mikroba bagi kesehatan, pertanian, lingkungan, dan ketangguhan iklim. Langkah ini terkait dengan Centre of Excellence in Microbiome yang mempelajari pemanfaatan mikroba tersebut.
Mengapa Orang Membagikan Berita Palsu di Media Sosial
Sebuah studi menemukan orang sering membagikan berita palsu karena konten itu terasa emosional atau relevan, bukan hanya karena benar. Peneliti mengembangkan Model COP dan menganalisis cuitan COVID-19 untuk melihat pengaruh nada dan relevansi.
Lapangan Tenis Tanah Liat Hijau Menyerap Karbon
Penelitian menunjukkan lapangan tenis tanah liat hijau di AS dapat menyerap karbon dioksida melalui pelapukan batu basalt. Para peneliti menganalisis banyak lapangan dan menghitung emisi dari penambangan, konstruksi, transportasi, dan pemeliharaan.
Kutu Manusia dan Wabah Pes di Madagascar
Wabah pes masih terjadi di beberapa negara, terutama Madagascar. Penelitian menemukan kutu manusia (Pulex irritans) berperan dalam penyebaran dan mengaitkan infestasi kutu dengan kebiasaan rumah tangga serta penggunaan insektisida yang berisiko.