Tim peneliti di Washington State University, yang sebagian dipimpin oleh Ryan McLaughlin, membuat profil perilaku untuk setiap tikus. Mereka menilai ciri seperti perilaku sosial, jenis kelamin, kognisi, penghargaan, dan respons terhadap rangsangan. Observasi dilakukan sekitar satu jam setiap hari selama beberapa minggu, dan mahasiswa peneliti mencatat jumlah dorongan hidung pada port uap.
Setiap dorongan memicu semburan uap ganja singkat. Penelitian menemukan korelasi langsung antara jumlah dorongan hidung dan kadar hormon stres dasar kortikosteron, yang merupakan padanan tikus untuk hormon stres manusia, kortisol. Hubungan ini terkait dengan tingkat stres istirahat, bukan respons terhadap stres jangka pendek.
Tim juga melaporkan bahwa tikus dengan fleksibilitas kognitif lebih rendah dan yang lebih mengandalkan petunjuk visual menunjukkan motivasi lebih besar untuk mengonsumsi uap ganja. Penulis menyarankan temuan ini bisa menjadi tanda awal yang berguna untuk skrining dan pencegahan penggunaan bermasalah di masa depan.
Kata-kata sulit
- profil — gambaran singkat tentang sifat atau karakter
- kognisi — proses berpikir dan memproses informasi
- kortikosteron — hormon pada tikus terkait respons stres
- fleksibilitas kognitif — kemampuan mengubah strategi berpikir cepat
- motivasi — alasan atau dorongan untuk melakukan sesuatu
- skrining — pemeriksaan awal untuk menemukan masalah kesehatan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurut Anda peneliti melakukan observasi selama beberapa minggu, bukan hanya satu hari?
- Bagaimana tes fleksibilitas kognitif pada manusia bisa membantu mencegah penggunaan zat bermasalah? Jelaskan pendapat Anda.
- Apa perbedaan antara tingkat stres istirahat dan respons terhadap stres jangka pendek menurut teks ini?
Artikel terkait
Connie Nshemereirwe: Sains, Pendidikan, dan Kolaborasi di Afrika
Connie Nshemereirwe, spesialis pengukuran pendidikan dan mantan insinyur, mengajak penelitian di Afrika tumbuh dari akar rumput dan memperkuat hubungan antarilmuwan di global Selatan. Ia juga membahas komunikasi sains dan dampak penutupan sekolah selama pandemi.
Siklon Ditwah Hantam Sri Lanka
Siklon Ditwah melanda Sri Lanka bulan lalu dan menyebabkan kerusakan luas serta korban jiwa. Ahli mengatakan dampak lebih besar karena peringatan dan aturan penggunaan lahan tidak dipatuhi, sehingga perlu pemulihan berbasis ilmu dan perencanaan lebih baik.