Penelitian yang dipimpin Scott Carver dari University of Georgia dan dipublikasikan di Journal of Zoology mengevaluasi peran feses berbentuk kubus dalam komunikasi wombat. Artikel ini melanjutkan kerja sebelumnya yang menjelaskan asal bentuk kubus kotoran—hasil interaksi antara usus bagian bawah dan bentuk tubuh—dan yang membawa penghargaan Ig Nobel untuk fisika pada 2019.
Wombat umumnya hidup menyendiri dan menandai lokasi bersama yang disebut latrin; mereka kerap menaruh feses di sekitar batu atau batang kayu yang menonjol. Karena bentuknya kotak, kotoran tidak mudah menggelinding sehingga sinyal bau tetap tertumpu di satu titik. Kate McMahon, peneliti dari University of Tasmania, menemukan organ vomeronasal di tengkorak wombat, organ yang mendukung pengindraan bau dan yang fungsi serupa terlihat pada kucing, ular, anjing, dan primata dalam derajat berbeda.
Tim penelitian menggunakan kromatografi gas dan spektrometri massa untuk mengidentifikasi tanda kimia dalam feses dan menemukan 44 senyawa berbeda. Dalam percobaan, peneliti memindahkan kotoran dari latrin jauh ke latrin lokal dan merekam reaksi dengan kamera satwa liar; wombat menghabiskan lebih banyak waktu menyelidiki feses non-residen.
Para peneliti berpendapat bahwa campuran kimiawi ini memungkinkan wombat mempelajari identitas, jenis kelamin, usia, atau status reproduksi individu terdekat. Studi ini juga menyediakan basis data awal untuk penelitian lebih lanjut tentang komunikasi penciuman pada wombat dan mamalia lainnya.
Kata-kata sulit
- latrin — tempat hewan meletakkan kotoran untuk menandai lokasi
- vomeronasal — organ indera yang membantu mendeteksi bau pada hewan
- kromatografi gas — metode pemisahan zat kimia menggunakan fase gas
- spektrometri massa — metode untuk mengukur massa dan struktur molekul
- senyawa — zat kimia yang tersusun dari dua unsur atau lebih
- mengidentifikasi — menemukan atau mengenali sesuatu secara pasti
- identitas — keterangan yang membedakan satu individu dari lainnya
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda bentuk kotoran kubus memengaruhi cara wombat berkomunikasi di alam? Beri alasan atau contoh.
- Apa manfaat data kimiawi dari feses untuk memahami perilaku reproduksi atau identitas hewan?
- Bagaimana hasil studi ini bisa diterapkan untuk mempelajari komunikasi penciuman pada mamalia lain?
Artikel terkait
Nanopartikel bantu sel punca tingkatkan mitokondria
Para peneliti di Texas A&M University menggunakan nanopartikel berbentuk bunga (nanoflowers) untuk membuat sel punca menghasilkan lebih banyak mitokondria dan mentransfernya ke sel yang menua atau rusak, sehingga memulihkan energi seluler.
Model Fisika Baru untuk Meningkatkan Ketajaman MRI
Peneliti di Rice University dan Oak Ridge National Laboratory mengembangkan model fisika baru yang menghubungkan gerak molekul dengan sinyal MRI klinis. Studi ini menjelaskan relaksasi NMR dalam cairan dan diuji pada frekuensi MRI klinis.
Bagaimana Amazon molly tetap sehat tanpa pejantan
Peneliti University of Missouri menemukan bahwa Amazon molly, ikan yang berkembang biak dengan mengkloning, tetap sehat secara genetik meski sudah hidup lama. Mereka menyimpulkan konversi gen mungkin memperbaiki DNA dan mencegah kerusakan genetik.
Pterosaurus Mengembangkan Penerbangan dengan Cepat
Studi baru memakai CT scan untuk melihat rongga otak pterosaurus dan menemukan bahwa kemampuan terbang berkembang pesat sejak asal-usul kelompok itu. Peneliti membandingkan otak pterosaurus dengan kerabat tak terbang dan hewan purba lain.
Pendidik Minta Evolusi Dikembalikan ke Buku Teks di India
Pendidik sains di India meminta pemerintah mengembalikan materi evolusi yang dihapus dari buku pelajaran. Penghapusan dilakukan oleh NCERT untuk meringankan beban belajar setelah pandemi, dan ratusan ilmuwan menolak keputusan itu.