Penelitian menunjukkan paus bungkuk mengubah nada nyanyiannya saat paus lain bernyanyi di dekatnya. Eduardo Mercado III, profesor emeritus psikologi, mengatakan hasil itu menunjukkan paus mendengarkan penyanyi lain dan langsung mengubah nada sebagai reaksi. Perubahan nada bersifat kontekstual: paus kadang menggeser bunyi naik atau turun tergantung pada bagaimana penyanyi kedua mengeluarkan suara.
Menyesuaikan nada memerlukan kelenturan mental dan vokal. Para peneliti mencatat bahwa kelelawar memiliki beberapa kemampuan menyesuaikan nada, tetapi selain manusia yang tampil bersama, hanya paus bungkuk yang diketahui dapat menyetel suara secara halus saat bernyanyi bersama.
Studi ini dipimpin oleh Julia Hyland Bruno dan dipublikasikan dalam jurnal Animal Behaviour. Para peneliti mengatakan temuan ini membantu memahami dinamika vokal dan kehidupan sosial paus, dan menjadi titik awal untuk penelitian selanjutnya.
Kata-kata sulit
- nada — suara tinggi atau rendah saat bernyanyi
- kontekstual — tergantung pada situasi atau lingkungan sekitar
- kelenturan — kemampuan untuk berubah atau menyesuaikan
- vokal — berkaitan dengan suara makhluk atau manusia
- menyesuaikan — mengubah agar cocok dengan sesuatu lain
- peneliti — orang yang melakukan studi atau penelitian
- temuan — hasil baru yang ditemukan dalam studi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda kemampuan menyesuaikan nada bisa membantu kehidupan sosial paus? Berikan satu atau dua alasan.
- Pernahkah Anda mendengar hewan menirukan atau menyetel suaranya? Ceritakan singkat contoh atau pengalaman.
- Setelah membaca temuan ini, penelitian selanjutnya seperti apa yang menurut Anda penting dilakukan?
Artikel terkait
Alat Komputasi Baru Ungkap Sel Pengatur Jam Tubuh
Para peneliti mengembangkan metode komputasi bernama MITE untuk memetakan komunikasi antar sel di nukleus suprachiasmatik (SCN), pusat ritme sirkadian. Temuan menunjukkan sel hub kecil sangat penting untuk sinkroni jaringan dan mungkin membantu menyelaraskan jam biologis.
Molekul Baru dari Bakteri Terumbu Karang
Ekspedisi Tara Pacific mengumpulkan ribuan sampel terumbu karang dan menemukan banyak bakteri baru yang menghasilkan metabolit bioaktif. Penelitian menunjukkan potensi obat dan produk industri, namun menekankan pentingnya konservasi terumbu karang.