Sebuah studi baru menanyakan apakah feses berbentuk kubus membantu wombat berkomunikasi. Penelitian ini mengikuti kerja sebelumnya yang menunjukkan bagaimana tubuh wombat membuat kotoran berbentuk kotak.
Wombat hidup menyendiri dan sering menaruh feses di latrin dekat batu atau batang. Peneliti menemukan organ penciuman khusus di tengkorak dan menganalisis kotoran dengan alat kimia. Mereka melihat setiap individu memiliki campuran kimia berbeda. Ketika kotoran dari tempat jauh dipindah, wombat menghabiskan lebih banyak waktu menyelidiki. Para peneliti mengatakan sinyal kimia itu memberi informasi seperti identitas atau status reproduksi.
Kata-kata sulit
- feses — kotoran yang dikeluarkan oleh hewan
- kubus — bentuk tiga dimensi seperti kotak
- latrin — tempat hewan atau orang buang kotoran
- tengkorak — tulang pelindung di kepala hewan atau manusia
- menganalisis — memeriksa sesuatu secara teliti dengan alat
- menyelidiki — memeriksa atau mencari tahu sesuatu lebih jauh
- campuran — gabungan beberapa zat atau bahan berbeda
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu melihat hewan menandai tempat dengan kotoran? Ceritakan singkat.
- Wombat hidup menyendiri. Mengapa menurutmu mereka begitu?
- Bagaimana sinyal bau bisa membantu hewan berkomunikasi? Jawab singkat.
Artikel terkait
Ramalan Cuaca Lebih Baik Bisa Kurangi Kematian Karena Panas
Penelitian menemukan bahwa perbaikan ramalan cuaca jangka pendek dapat mengurangi kematian akibat panas seiring pemanasan iklim. Peringatan yang tepat memberi orang kesempatan melindungi diri; studi memperkirakan pengurangan besar di AS pada tahun 2100.
Molekul Waktu dan Talamus Mengatur Ingatan
Penelitian baru menunjukkan bahwa beberapa penunjuk waktu molekuler menentukan apakah kesan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang. Tim menemukan peran sentral talamus dan menyebut kemungkinan relevansi untuk penyakit seperti Alzheimer.
Connie Nshemereirwe: Sains, Pendidikan, dan Kolaborasi di Afrika
Connie Nshemereirwe, spesialis pengukuran pendidikan dan mantan insinyur, mengajak penelitian di Afrika tumbuh dari akar rumput dan memperkuat hubungan antarilmuwan di global Selatan. Ia juga membahas komunikasi sains dan dampak penutupan sekolah selama pandemi.