Sebuah studi baru menanyakan apakah feses berbentuk kubus membantu wombat berkomunikasi. Penelitian ini mengikuti kerja sebelumnya yang menunjukkan bagaimana tubuh wombat membuat kotoran berbentuk kotak.
Wombat hidup menyendiri dan sering menaruh feses di latrin dekat batu atau batang. Peneliti menemukan organ penciuman khusus di tengkorak dan menganalisis kotoran dengan alat kimia. Mereka melihat setiap individu memiliki campuran kimia berbeda. Ketika kotoran dari tempat jauh dipindah, wombat menghabiskan lebih banyak waktu menyelidiki. Para peneliti mengatakan sinyal kimia itu memberi informasi seperti identitas atau status reproduksi.
Kata-kata sulit
- feses — kotoran yang dikeluarkan oleh hewan
- kubus — bentuk tiga dimensi seperti kotak
- latrin — tempat hewan atau orang buang kotoran
- tengkorak — tulang pelindung di kepala hewan atau manusia
- menganalisis — memeriksa sesuatu secara teliti dengan alat
- menyelidiki — memeriksa atau mencari tahu sesuatu lebih jauh
- campuran — gabungan beberapa zat atau bahan berbeda
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu melihat hewan menandai tempat dengan kotoran? Ceritakan singkat.
- Wombat hidup menyendiri. Mengapa menurutmu mereka begitu?
- Bagaimana sinyal bau bisa membantu hewan berkomunikasi? Jawab singkat.
Artikel terkait
Bactery: Baterai dari Bakteri Tanah untuk Pertanian
Spin-out dari University of Bath mengembangkan Bactery, baterai yang memanfaatkan bakteri tanah untuk memberi daya sensor dan perangkat IoT di lahan pertanian dengan pasokan listrik sulit. Prototipe diuji sejak 2019 dan perusahaan menargetkan produksi kecil tahun 2026.