Sebuah studi baru menanyakan apakah feses berbentuk kubus membantu wombat berkomunikasi. Penelitian ini mengikuti kerja sebelumnya yang menunjukkan bagaimana tubuh wombat membuat kotoran berbentuk kotak.
Wombat hidup menyendiri dan sering menaruh feses di latrin dekat batu atau batang. Peneliti menemukan organ penciuman khusus di tengkorak dan menganalisis kotoran dengan alat kimia. Mereka melihat setiap individu memiliki campuran kimia berbeda. Ketika kotoran dari tempat jauh dipindah, wombat menghabiskan lebih banyak waktu menyelidiki. Para peneliti mengatakan sinyal kimia itu memberi informasi seperti identitas atau status reproduksi.
Kata-kata sulit
- feses — kotoran yang dikeluarkan oleh hewan
- kubus — bentuk tiga dimensi seperti kotak
- latrin — tempat hewan atau orang buang kotoran
- tengkorak — tulang pelindung di kepala hewan atau manusia
- menganalisis — memeriksa sesuatu secara teliti dengan alat
- menyelidiki — memeriksa atau mencari tahu sesuatu lebih jauh
- campuran — gabungan beberapa zat atau bahan berbeda
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu melihat hewan menandai tempat dengan kotoran? Ceritakan singkat.
- Wombat hidup menyendiri. Mengapa menurutmu mereka begitu?
- Bagaimana sinyal bau bisa membantu hewan berkomunikasi? Jawab singkat.
Artikel terkait
Perpecahan dan Kekerasan di Kelompok Simpanse Kibale
Studi jangka panjang di Kibale, Uganda, menunjukkan satu kelompok simpanse besar terpecah dan anggota salah satu bagian kemudian menyerang serta membunuh banyak mantan anggota. Temuan ini dipublikasikan di Science dan menimbulkan pertanyaan tentang hubungan sosial simpanse.
Bonobo Dapat Berpura-pura dan Membayangkan Benda
Peneliti melaporkan kera besar bisa berimajinasi dan berpura-pura. Temuan dari tiga percobaan terkontrol dengan bonobo Kanzi, dipublikasikan di Science, menunjukkan kemampuan ini mungkin berasal dari leluhur bersama 6–9 juta tahun lalu.
Fosil Kaki Burtele Ungkap Australopithecus deyiremeda Hidup Bersama Lucy
Tulisan ini melaporkan bahwa tulang kaki yang ditemukan pada 2009 di Afar Rift kini dikaitkan dengan Australopithecus deyiremeda berusia 3,4 juta tahun. Analisis bentuk kaki dan isotop menunjukkan perbedaan anatomi dan pola makan dibandingkan Lucy.