Sebuah studi baru menanyakan apakah feses berbentuk kubus membantu wombat berkomunikasi. Penelitian ini mengikuti kerja sebelumnya yang menunjukkan bagaimana tubuh wombat membuat kotoran berbentuk kotak.
Wombat hidup menyendiri dan sering menaruh feses di latrin dekat batu atau batang. Peneliti menemukan organ penciuman khusus di tengkorak dan menganalisis kotoran dengan alat kimia. Mereka melihat setiap individu memiliki campuran kimia berbeda. Ketika kotoran dari tempat jauh dipindah, wombat menghabiskan lebih banyak waktu menyelidiki. Para peneliti mengatakan sinyal kimia itu memberi informasi seperti identitas atau status reproduksi.
Kata-kata sulit
- feses — kotoran yang dikeluarkan oleh hewan
- kubus — bentuk tiga dimensi seperti kotak
- latrin — tempat hewan atau orang buang kotoran
- tengkorak — tulang pelindung di kepala hewan atau manusia
- menganalisis — memeriksa sesuatu secara teliti dengan alat
- menyelidiki — memeriksa atau mencari tahu sesuatu lebih jauh
- campuran — gabungan beberapa zat atau bahan berbeda
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu melihat hewan menandai tempat dengan kotoran? Ceritakan singkat.
- Wombat hidup menyendiri. Mengapa menurutmu mereka begitu?
- Bagaimana sinyal bau bisa membantu hewan berkomunikasi? Jawab singkat.
Artikel terkait
Ilmuwan Afrika Selatan Pantau Kualitas Udara Waktu Nyata dengan Metode Fisika Partikel
Ilmuwan di Afrika Selatan mengadaptasi metode fisika partikel untuk sistem AI_r yang memantau kualitas udara waktu nyata menggunakan sensor murah, IoT, dan kecerdasan buatan. Proyek memasang 500 sensor di Sedibeng tahun depan dan mendapat dukungan internasional.
Unggahan Media Sosial sebagai Peringatan Awal Perpindahan Penduduk
Analisis unggahan media sosial dapat memberi peringatan dini tentang pergerakan penduduk saat krisis. Studi di EPJ Data Science menguji alat prediksi yang memakai data digital untuk menambah informasi saat survei sulit dikumpulkan.
Alat Komputasi Baru Ungkap Sel Pengatur Jam Tubuh
Para peneliti mengembangkan metode komputasi bernama MITE untuk memetakan komunikasi antar sel di nukleus suprachiasmatik (SCN), pusat ritme sirkadian. Temuan menunjukkan sel hub kecil sangat penting untuk sinkroni jaringan dan mungkin membantu menyelaraskan jam biologis.