Sejumlah peneliti di Uganda mengubah limbah dari penyamakan kulit menjadi pupuk organik untuk kopi. Proses penyamakan hanya memanfaatkan sebagian kulit dan sisanya jadi limbah yang bisa mencemari lingkungan.
Tim mendapat dana dari badan nasional yang bekerja sama dengan SGCI dan membuat hidrogel dari kolagen kulit. Hidrogel ini diberi nutrisi penting dan membantu tanah menyimpan air. Uji lapang di sebuah kebun kopi di Masaka menunjukkan hasil positif, dan peneliti menargetkan produk siap pasar pada November tahun ini.
Kata-kata sulit
- penyamakan — proses mengubah kulit hewan menjadi bahan siap pakaipenyamakan kulit
- limbah — bahan sisa dari suatu proses yang tidak dipakai
- pupuk organik — bahan untuk memberi makan tanah dari bahan alami
- kolagen — protein yang ada pada jaringan kulit hewankolagen kulit
- hidrogel — bahan gel yang bisa menyimpan banyak air
- uji lapang — percobaan atau tes yang dilakukan di lokasi nyata
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pernah menggunakan pupuk organik? Jelaskan singkat pengalaman Anda.
- Mengapa menurut Anda menyimpan air penting untuk kebun kopi?
- Bagaimana menurut Anda ide mengubah limbah menjadi pupuk?
Artikel terkait
Starter Sourdough Bantu Peneliti Pahami Koeksistensi Mikroba
Peneliti dari Tufts University memakai starter sourdough untuk mempelajari bagaimana mikroba hidup bersama. Mereka membuat model dari pengukuran pertumbuhan dan memperbaikinya dengan memasukkan siklus pemberian makan starter.
Kasus Pelanggaran Lingkungan di Republik Dominika hingga September 2025
Hingga September 2025 ada 118 perkara pelanggaran Undang-Undang 64-00 di Republik Dominika. Banyak lembaga negara, termasuk SENPA dan Direktorat Inspeksi, bekerja sama untuk menyelidiki, menyita barang, dan menindak pelanggaran.
Kolera 2024: Penyebaran, Penyebab, dan Upaya Pengendalian
Kolera menyebar lewat air tercemar dan tetap menjadi ancaman karena konflik, perubahan iklim, dan sistem kesehatan yang runtuh. Pada 2024 dilaporkan 560,823 kasus dan 6,028 kematian; WHO menargetkan pengurangan lewat pencegahan dan vaksin.