Taman Kreol di Guadeloupe dan ketahanan panganCEFR A2
15 Apr 2025
Diadaptasi dari Olivia Losbar, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh annie-claude bergeron, Unsplash
Taman Kreol adalah kebun halaman tradisional yang menyediakan bahan pokok bagi keluarga. Di dalamnya tumbuh berbagai tanaman seperti pohon buah, umbi, tanaman obat, dan tanaman aromatik bersama-sama dalam sistem yang beragam.
Kebun ini memperkuat ikatan sosial dan memberi kemandirian pangan bagi keluarga rentan. Survei oleh INRAE Antilles Guyane menemukan bahwa selama pandemi praktik lokal membantu petani tetap bertahan dan mendorong kembali ke pertanian subsisten.
Sekarang ada program yang menggabungkan pengetahuan kebun kreol dengan alat modern, misalnya stasiun cuaca dan bio-input, serta mendukung petani menuju metode agroekologi untuk mengurangi kerentanan terhadap perubahan iklim.
Kata-kata sulit
- kebun — lahan dengan tanaman untuk kebutuhan rumah tangga
- kemandirian — keadaan bisa memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bergantung
- subsisten — jenis pertanian untuk memenuhi kebutuhan keluarga sendiri
- agroekologi — cara bertani yang menjaga lingkungan dan keanekaragaman
- kerentanan — kemungkinan terpengaruh negatif oleh bahaya atau perubahan
- stasiun cuaca — tempat atau alat untuk mengukur kondisi cuaca
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah di lingkunganmu ada kebun halaman seperti Taman Kreol? Ceritakan singkat.
- Bagaimana menurutmu stasiun cuaca bisa membantu petani kecil?
- Mengapa kemandirian pangan penting bagi keluarga rentan?
Artikel terkait
Permintaan Mineral untuk Energi Bersih Menyebabkan Masalah di Wilayah Miskin
Laporan PBB memperingatkan bahwa permintaan cepat terhadap mineral seperti lithium, kobalt dan grafit menyebabkan kerusakan lingkungan, kekurangan air, dan masalah kesehatan di beberapa wilayah termiskin, sementara negara kaya mendapat manfaat ekonomi lebih besar.
Filter nanofiber yang menangkap CO2 di dalam gedung
Para peneliti mengembangkan filter udara berbahan nanofiber karbon yang menangkap karbon dioksida di dalam bangunan. Filter ini kompatibel dengan sistem HVAC, bisa dipakai ulang, dan berpotensi menurunkan penggunaan energi dan emisi.