Perkebunan dan Pembangunan Mengancam Taman Nasional KibiraCEFR A2
14 Feb 2026
Diadaptasi dari Laura, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Ravi N Jha, Unsplash
Di barat laut Burundi, perkebunan teh dan proyek pembangunan mengubah Taman Nasional Kibira. Perusahaan, komunitas, dan beberapa lembaga menggunakan lahan dalam skala besar sehingga hutan berkurang.
Warga mengatakan simpanse, gorila, dan babi hutan kini jarang terlihat. Beberapa kajian memperkirakan taman kini menampung lebih dari 200 simpanse, turun dari sekitar 500 sebelum deforestasi. Para ahli dan organisasi meminta proyek penghasilan lokal baru, pelatihan, dan keterlibatan komunitas untuk membantu melindungi keanekaragaman hayati Kibira.
Kata-kata sulit
- perkebunan — lahan besar untuk menanam tanaman komersialperkebunan teh
- proyek — rencana atau pekerjaan pembangunan tertentu
- deforestasi — penggundulan atau pengurangan luas hutan
- keanekaragaman hayati — beragam jenis tumbuhan dan hewan di suatu tempat
- keterlibatan — partisipasi atau ikut serta dalam suatu kegiatanketerlibatan komunitas
- menampung — memiliki kapasitas untuk menerima atau menaruh
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana proyek penghasilan lokal baru dapat membantu warga dan hutan?
- Mengapa keterlibatan komunitas penting untuk melindungi keanekaragaman hayati?
- Pernahkah Anda melihat hutan berkurang di dekat rumah? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Beras Joha dari India Menunjukkan Potensi Melawan Diabetes
Penelitian di India menemukan bahwa beras harum tradisional Joha dapat menurunkan kadar gula dan melindungi jantung pada uji laboratorium dan percobaan pada tikus. Para peneliti mendorong promosi dan kebijakan untuk mendukung penanaman Joha.
AI dan Foto Warga Temukan Nyamuk Anopheles stephensi di Madagaskar
Peneliti menggunakan kecerdasan buatan dan foto dari warga untuk mengidentifikasi apa yang mereka anggap sebagai deteksi pertama Anopheles stephensi di Madagaskar. Foto close-up diambil pada 2020 dan ditemukan kembali dua tahun kemudian.
Kapal Penelitian Nansen Batal Survei di Perairan Sri Lanka
Kapal penelitian Norwegia Dr. Fridtjof Nansen membatalkan survei yang direncanakan di perairan Sri Lanka pada 2025 karena izin pemerintah terlambat. FAO menugaskan kapal itu ke Madagaskar dan para ilmuwan menyayangkan penundaan tersebut.