Karibia 2025: Politik, Budaya, dan LingkunganCEFR A1
30 Des 2025
Diadaptasi dari Janine Mendes-Franco, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Edgardo Ibarra, Unsplash
- Karibia menghadapi tahun yang penuh tantangan dan perubahan baru.
- Ketegangan politik muncul antara beberapa negara tetangga regional.
- Kebijakan luar negeri dari negara besar memperlebar ketegangan politik.
- Budaya tetap hidup lewat musik, seni, dan sastra lokal.
- Musisi, penulis, dan seniman meraih prestasi serta penghargaan besar.
- Isu iklim dan lingkungan menjadi perhatian utama banyak negara.
- Badai melanda dan menyebabkan kerusakan di pulau termasuk Jamaika.
- Tim olahraga Karibia menunjukkan kekuatan di kompetisi internasional besar.
Kata-kata sulit
- ketegangan — situasi tegang atau konflik antara kelompok atau negara
- kebijakan — rencana atau aturan resmi dari pemerintah
- penghargaan — hadiah atau tanda kehormatan untuk prestasi seseorang
- iklim — cuaca dalam jangka waktu panjang di suatu tempat
- badai — angin kencang dan hujan yang merusak
- kerusakan — keadaan benda atau tempat menjadi rusak
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu suka musik atau seni dari Karibia?
- Pernahkah kamu melihat atau merasakan badai di tempatmu?
- Apakah kamu menonton tim olahraga dari negara lain?
Artikel terkait
Tungku Pengasapan Modern Kurangi Kerugian Ikan di Danau Malawi
Peneliti mengembangkan tungku pengasapan tertutup untuk pengolah ikan di Danau Malawi. Tungku ini memakai lebih sedikit kayu, mempercepat pengasapan, dan dirancang untuk mengurangi kerugian pasca-panen serta membantu pengolah.
Ghana Perdagangkan Kredit Karbon ke Swiss
Ghana menjadi negara Afrika pertama yang memperdagangkan kredit karbon di bawah Article 6.2 Perjanjian Paris. Pada 8 July negara itu mentransfer 11,733 tonnes pengurangan emisi ke Swiss dari proyek kompor bersih yang didukung oleh KliK Foundation.
Adaptasi Iklim Lokal Jadi Pusat Perencanaan di Afrika
Analisis baru mengatakan adaptasi iklim yang dipimpin secara lokal harus menjadi pusat perencanaan di Afrika untuk menghadapi risiko iklim yang meningkat. Studi menyorot upaya terfragmentasi, pembiayaan tidak merata, dan perlunya keterlibatan lokal.