Penelitian baru menjelaskan asal timbre berair pada lagu brown-headed cowbird (Molothrus ater). Tim yang dipimpin oleh Franz Goller mengamati bahwa suara cowbird mirip tetesan air: ledakan cepat diikuti riak yang perlahan menghilang. Studi ini dipublikasikan di jurnal Current Biology.
Burung menghasilkan suara lewat syrinx, organ vokal dengan dua sumber suara terpisah, kiri dan kanan. Para peneliti menemukan cowbird cepat bergantian antara kedua sisi itu; lipatan vokal kiri jauh lebih besar daripada kanan, dan bagian berwarna berair terjadi karena pergantian kontribusi kiri-kanan.
Tim juga mengaitkan suara dengan kontrol pernapasan. Cowbird menahan napas untuk membangun tekanan lalu melepaskannya secara tiba-tiba, sehingga timbul ledakan seperti cipratan dengan serangan cepat dan peluruhan lambat. Suara kedua terdengar beberapa saat kemudian ketika gelembung udara runtuh. Penelitian menemukan juga bahwa jalak yang dibesarkan bersama cowbird mampu meniru pola napas dan kontrol katup yang sama.
Kata-kata sulit
- timbre — kualitas suara yang membedakan nada serupatimbre berair
- syrinx — organ vokal burung tempat suara dibuat
- lipatan vokal — jaringan pada syrinx yang bergetar menghasilkan suara
- bergantian — melakukan satu per satu secara bergiliran
- kontribusi — bagian atau peran yang diberikan pada sesuatu
- pernapasan — proses menghirup dan menghembuskan udara
- tekanan — gaya udara yang mendorong atau menekan ruang
- peluruhan — penurunan intensitas suara secara bertahap
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu peneliti tertarik menjelaskan asal timbre berair pada suara burung?
- Menurut teks, bagaimana kontrol napas dan tekanan membantu membentuk suara cowbird? Jelaskan satu atau dua kalimat.
- Pernahkah kamu mendengar suara burung yang mirip air? Ceritakan pengalaman atau bayanganmu tentang suara itu.
Artikel terkait
Jejak Otak untuk Menyesuaikan Perilaku dengan Orang Lain
Penelitian University of Zurich menunjukkan bagaimana aktivitas otak membantu orang menebak pikiran orang lain dan mengubah perilaku. Temuan ini menjelaskan proses "mentalisasi adaptif" dan dapat membantu memahami disabilitas sosial seperti autisme dan gangguan kepribadian.
H5N1 Menyebar pada Burung Nasar Hitam di AS
Peneliti University of Georgia menemukan virus influenza burung H5N1 pada banyak bangkai nasar hitam yang dikumpulkan pada 2022–2023. Studi memperingatkan peredaran sepanjang tahun, risiko mutasi, dan ancaman bagi burung langka seperti condor.
Instrumen dari Kartrid Vape untuk Kurangi Sampah Elektronik
Tim dari NYU mengubah kartrid vape yang dibuang menjadi sintesizer sederhana. Proyek ini menampilkan penggunaan kembali komponen seperti sensor, baterai, dan ujung mulut untuk mengurangi sampah elektronik dan mendorong kreativitas.