- Banyak mahasiswa kini mencoba produk CBD untuk relaksasi.
- Mereka menggunakan CBD untuk mengurangi rasa kecemasan.
- Ada juga yang memakai CBD saat merasa stres.
- Beberapa mahasiswa memakai CBD supaya bisa tidur lebih baik.
- Teman sering memperkenalkan produk CBD di pertemuan.
- Produk berbentuk makanan atau permen sangat populer.
- Pria di kampus lebih sering mencoba dan memakai.
- CBD berasal dari tanaman kanabis yang alami.
- Beberapa orang khawatir tentang risiko dan efek samping.
- Survei ini mencatat pola penggunaan di kampus.
Kata-kata sulit
- relaksasi — keadaan tubuh dan pikiran menjadi tenang
- kecemasan — perasaan khawatir atau takut yang kuat
- stres — keadaan tegang karena tekanan atau masalah
- efek samping — gejala atau masalah tambahan dari sebuah produk
- kanabis — tanaman yang digunakan untuk menghasilkan CBD
- survei — penelitian singkat untuk mengumpulkan data
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah mendengar tentang CBD?
- Pernahkah kamu mencoba permen atau makanan untuk relaksasi?
- Apakah kamu khawatir tentang efek samping produk?
Artikel terkait
Pemimpin Sains Afrika Mendesak Investasi untuk Inovasi Medis
Para pemimpin sains Afrika menyerukan pembangunan dan pembiayaan inovasi medis di benua itu untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi ketergantungan pada dana internasional yang tidak pasti. Mereka juga merekomendasikan reformasi kebijakan dan investasi nasional untuk riset dan pengembangan.
AI dan Foto Warga Temukan Nyamuk Anopheles stephensi di Madagaskar
Peneliti menggunakan kecerdasan buatan dan foto dari warga untuk mengidentifikasi apa yang mereka anggap sebagai deteksi pertama Anopheles stephensi di Madagaskar. Foto close-up diambil pada 2020 dan ditemukan kembali dua tahun kemudian.
Film Dokumenter tentang Igor Kon Raih Penghargaan
Sebuah film dokumenter tentang Igor Kon, yang dikenal sebagai seksolog Soviet pertama, memenangkan hadiah sutradara di Artdocfest pada Maret 2025. Film diproduksi oleh studio Berlin Narra dan koperasi Bereg lalu dirilis di kanal YouTube Meduza.