- Penelitian baru menunjukkan dukungan sosial sangat penting bagi anak.
- Dukungan stabil membantu remaja yang punya masalah keluarga.
- Masalah termasuk kehilangan orang tua atau penyalahgunaan di rumah.
- Remaja tanpa dukungan lebih mungkin meninggal lebih cepat.
- Dukungan datang dari keluarga, teman, atau staf sekolah.
- Dukungan rendah dikaitkan dengan depresi dan perilaku berisiko.
- Peneliti menyarankan menghabiskan waktu berkualitas bersama anak.
- Kelompok dan sekolah yang mendukung membantu mencegah kematian.
- Berbicara tentang perasaan penting untuk anak yang sulit.
- Dukungan dapat membantu menyelamatkan hidup remaja.
Kata-kata sulit
- penelitian — kegiatan untuk mencari dan memeriksa informasi
- dukungan — bantuan emosional atau praktis dari orang laindukungan sosial, Dukungan stabil, Dukungan rendah
- remaja — anak yang berusia antara masa kanak-kanak dan dewasa
- depresi — kondisi perasaan sedih dan hilangnya semangat
- mencegah — menghentikan sesuatu agar tidak terjadi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Siapa yang memberi dukungan untukmu?
- Apakah kamu sering berbicara tentang perasaan dengan keluarga?
- Menurutmu bagaimana sekolah bisa memberi dukungan?
Artikel terkait
Savar Ditetapkan Kawasan Udara Terdegradasi karena Polusi Kiln Batu Bata
Departemen Lingkungan menetapkan Savar Upazila sebagai kawasan udara terdegradasi setelah pemantauan menemukan kualitas udara hampir tiga kali lebih buruk dari standar nasional. Aturan baru mulai September 2025 melarang sebagian pembakaran dan meminta izin untuk pabrik baru.
Pemimpin Penelitian Afrika Dorong Kontrol Lokal atas RD&I Kesehatan
Pemimpin penelitian Afrika meminta pengendalian regional atas penelitian dan pengembangan kesehatan. Mereka menyorot penurunan bantuan sejak 2021 dan mendorong pembiayaan, kapasitas produksi vaksin, serta kebijakan regional untuk membuka pasar.
Peta Biologis Menghubungkan Sel dan Jaringan Otak
Sebuah studi di Nature Communications menggabungkan pemindaian otak, data genetik, dan pencitraan molekuler untuk menunjukkan bagaimana organisasi seluler dan molekuler membentuk jaringan otak besar. Temuan berpotensi mengubah studi kognisi dan gangguan mental.