- Sebuah studi baru menunjukkan kemajuan penting.
- Penelitian ini dipublikasikan di Nature Communications.
- Para peneliti menggabungkan pemindaian otak dan data genetik.
- Mereka juga memasukkan pencitraan molekuler dalam analisis.
- Tujuan penelitian menghubungkan sel kecil dan jaringan besar.
- Mereka melihat pola konektivitas dinamis pada fMRI.
- Mereka memeriksa sel, serotonin, dopamin, dan mitokondria.
- Analisis menunjukkan jaringan bisa menjembatani biologi dan kognisi.
- Vince Calhoun menjadi penulis senior dan memimpin tim.
- Studi ini didanai oleh National Science Foundation dan NIH.
Kata-kata sulit
- genetik — Informasi biologis yang ada di DNA.
- pemindaian — Proses mengambil gambar bagian tubuh atau otak.
- molekuler — Berhubungan dengan molekul kecil dalam tubuh.
- jaringan — Kelompok sel yang bekerja bersama dalam tubuh.
- konektivitas — Hubungan atau sambungan antar bagian otak.
- mitokondria — Bagian kecil di sel yang membuat energi.
- analisis — Proses melihat data untuk menemukan arti.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah melihat gambar otak (pemindaian)?
- Apakah kamu tertarik pada topik genetik dan otak?
- Apakah kamu pernah mendengar kata mitokondria sebelumnya?
Artikel terkait
Undangan Acara Sosial Bisa Bantu atau Membebani Karyawan
Penelitian menemukan undangan untuk acara setelah jam kerja berdampak berbeda pada karyawan: beberapa merasa lebih terhubung, sedangkan yang pemalu sering merasa cemas dan tertekan. Waktu dan cara mengundang juga memengaruhi kinerja.
Pembakaran plastik untuk bahan bakar di kota berpendapatan rendah dan menengah
Sebuah studi di 26 negara menemukan pembakaran limbah plastik sebagai bahan bakar rumah tangga umum di kota-kota berpendapatan rendah dan menengah. Peneliti menjelaskan penyebab, risiko kesehatan, dan solusi yang diusulkan oleh peserta.
Pterosaurus Mengembangkan Penerbangan dengan Cepat
Studi baru memakai CT scan untuk melihat rongga otak pterosaurus dan menemukan bahwa kemampuan terbang berkembang pesat sejak asal-usul kelompok itu. Peneliti membandingkan otak pterosaurus dengan kerabat tak terbang dan hewan purba lain.