Para ilmuwan memakai CT scan dan perangkat lunak pemrosesan citra untuk membuat model rongga otak dari fosil pterosaurus. Analisis difokuskan pada bentuk dan ukuran bagian otak yang terkait dengan penglihatan, khususnya lobus optik.
Penelitian membandingkan pterosaurus dengan kerabat dekat yang tidak bisa terbang, seperti lagerpetid yang hidup di pohon. Lagerpetid sudah menunjukkan ciri penglihatan yang membesar, dan pterosaurus juga memiliki lobus optik yang besar meski bentuk otak keseluruhan berbeda.
Menurut penulis, sedikit kemiripan ini mengisyaratkan bahwa pterosaurus memperoleh penerbangan dalam lonjakan evolusi pada asal-usulnya, dan mereka melakukannya dengan otak relatif kecil. Studi mencatat beberapa pterosaurus mungkin mencapai berat besar dan bentang sayap sangat lebar. Peneliti juga membandingkan rongga otak pterosaurus dengan nenek moyang buaya, burung awal, serta dinosaurus seperti troodontids dan Archaeopteryx lithographica.
Kata-kata sulit
- pemrosesan — proses mengolah data atau gambar digital
- rongga otak — ruang kosong di dalam tengkorak tempat otak
- lobus optik — bagian otak yang terkait dengan penglihatan
- kerabat — spesies atau kelompok yang berhubungan dekat
- lonjakan — perubahan cepat dan tiba-tiba dalam perkembangan
- bentang sayap — jarak dari ujung satu sayap ke lain
- nenek moyang — organisme purba yang menjadi asal-usul kelompok
- lagerpetid — kelompok reptil purba dekat pterosaurus
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda penggunaan CT scan dan perangkat lunak pemrosesan citra membantu memahami fosil?
- Mengapa ukuran lobus optik penting untuk menilai kemampuan pterosaurus?
- Apakah Anda setuju bahwa penerbangan bisa muncul dalam lonjakan evolusi? Jelaskan pendapat singkat Anda.
Artikel terkait
Bagaimana Amazon molly tetap sehat tanpa pejantan
Peneliti University of Missouri menemukan bahwa Amazon molly, ikan yang berkembang biak dengan mengkloning, tetap sehat secara genetik meski sudah hidup lama. Mereka menyimpulkan konversi gen mungkin memperbaiki DNA dan mencegah kerusakan genetik.
Musim Dingin Hangat dan Kuncup Dini pada Tumbuhan di Washington
Desember lalu tercatat sangat hangat di negara bagian Washington, dan musim dingin tetap relatif hangat sehingga banyak tumbuhan menunjukkan kuncup lebih awal. Seorang profesor biologi membahas bagaimana gen tumbuhan memantau perubahan musim, namun tidak ada kesimpulan tegas.
Pemimpin Sains Afrika Mendesak Investasi untuk Inovasi Medis
Para pemimpin sains Afrika menyerukan pembangunan dan pembiayaan inovasi medis di benua itu untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi ketergantungan pada dana internasional yang tidak pasti. Mereka juga merekomendasikan reformasi kebijakan dan investasi nasional untuk riset dan pengembangan.
H5N1 Menyebar pada Burung Nasar Hitam di AS
Peneliti University of Georgia menemukan virus influenza burung H5N1 pada banyak bangkai nasar hitam yang dikumpulkan pada 2022–2023. Studi memperingatkan peredaran sepanjang tahun, risiko mutasi, dan ancaman bagi burung langka seperti condor.
Peradangan Kaitan dengan Pilihan Bersosialisasi di Media Sosial
Studi menemukan orang dengan peradangan lebih tinggi cenderung berinteraksi lewat media sosial daripada bertemu langsung. Penelitian dipimpin oleh David Lee dari University at Buffalo dan dipublikasikan di Scientific Reports.