Para ilmuwan memakai CT scan dan perangkat lunak pemrosesan citra untuk membuat model rongga otak dari fosil pterosaurus. Analisis difokuskan pada bentuk dan ukuran bagian otak yang terkait dengan penglihatan, khususnya lobus optik.
Penelitian membandingkan pterosaurus dengan kerabat dekat yang tidak bisa terbang, seperti lagerpetid yang hidup di pohon. Lagerpetid sudah menunjukkan ciri penglihatan yang membesar, dan pterosaurus juga memiliki lobus optik yang besar meski bentuk otak keseluruhan berbeda.
Menurut penulis, sedikit kemiripan ini mengisyaratkan bahwa pterosaurus memperoleh penerbangan dalam lonjakan evolusi pada asal-usulnya, dan mereka melakukannya dengan otak relatif kecil. Studi mencatat beberapa pterosaurus mungkin mencapai berat besar dan bentang sayap sangat lebar. Peneliti juga membandingkan rongga otak pterosaurus dengan nenek moyang buaya, burung awal, serta dinosaurus seperti troodontids dan Archaeopteryx lithographica.
Kata-kata sulit
- pemrosesan — proses mengolah data atau gambar digital
- rongga otak — ruang kosong di dalam tengkorak tempat otak
- lobus optik — bagian otak yang terkait dengan penglihatan
- kerabat — spesies atau kelompok yang berhubungan dekat
- lonjakan — perubahan cepat dan tiba-tiba dalam perkembangan
- bentang sayap — jarak dari ujung satu sayap ke lain
- nenek moyang — organisme purba yang menjadi asal-usul kelompok
- lagerpetid — kelompok reptil purba dekat pterosaurus
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda penggunaan CT scan dan perangkat lunak pemrosesan citra membantu memahami fosil?
- Mengapa ukuran lobus optik penting untuk menilai kemampuan pterosaurus?
- Apakah Anda setuju bahwa penerbangan bisa muncul dalam lonjakan evolusi? Jelaskan pendapat singkat Anda.
Artikel terkait
Unggahan Media Sosial sebagai Peringatan Awal Perpindahan Penduduk
Analisis unggahan media sosial dapat memberi peringatan dini tentang pergerakan penduduk saat krisis. Studi di EPJ Data Science menguji alat prediksi yang memakai data digital untuk menambah informasi saat survei sulit dikumpulkan.
Cahaya Mengendalikan Jaringan Protein untuk Sel Buatan
Para peneliti mengembangkan cara mengendalikan jaringan protein yang berkontraksi dengan melepaskan kalsium menggunakan cahaya. Metode ini meniru pulsa kalsium pada organisme dan bisa membantu aktuasi terkontrol untuk sel buatan pengantar obat.
Peradangan Kaitan dengan Pilihan Bersosialisasi di Media Sosial
Studi menemukan orang dengan peradangan lebih tinggi cenderung berinteraksi lewat media sosial daripada bertemu langsung. Penelitian dipimpin oleh David Lee dari University at Buffalo dan dipublikasikan di Scientific Reports.
Molekul Waktu dan Talamus Mengatur Ingatan
Penelitian baru menunjukkan bahwa beberapa penunjuk waktu molekuler menentukan apakah kesan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang. Tim menemukan peran sentral talamus dan menyebut kemungkinan relevansi untuk penyakit seperti Alzheimer.