Musim alergi di seluruh AS kini mulai lebih awal, berlangsung lebih lama, dan terasa lebih parah bagi banyak orang. Para ahli mengatakan suhu yang lebih hangat dan naiknya kadar CO2 mendorong tanaman menghasilkan lebih banyak serbuk sari.
Serbuk sari dari berbagai tanaman kini sering tumpang tindih, sehingga paparan menjadi terus-menerus dan sistem kekebalan tetap aktif lebih lama. Polusi juga membuat serbuk sari lebih mengiritasi saluran pernapasan.
Badai kadang memecah serbuk sari menjadi partikel sangat kecil yang dapat masuk jauh ke paru-paru dan memicu serangan asma. Orang dewasa kadang mengalami alergi untuk pertama kali. Rasa gatal cenderung menunjukkan alergi, sedangkan demam dan nyeri badan lebih mungkin infeksi. Pada anak, tanda yang mudah terlewat termasuk bernapas lewat mulut, kelelahan, mudah tersinggung, dan lingkaran gelap di sekitar mata.
Kata-kata sulit
- alergi — reaksi tubuh terhadap zat yang tidak berbahaya
- serbuk sari — bahan kecil dari tanaman yang menyebar lewat udara
- paparan — kontak dengan zat atau benda yang mempengaruhi tubuh
- polusi — bahan kotor di udara yang merusak kesehatan
- partikel — bagian sangat kecil dari zat atau udara
- asma — penyakit pernapasan yang menyebabkan sesak napas
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah Anda atau keluarga mengalami gejala alergi seperti gatal atau sesak? Ceritakan singkat.
- Apa yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi paparan serbuk sari saat musim alergi?
- Mana tanda alergi pada anak yang menurut Anda paling sulit dilihat? Mengapa?
Artikel terkait
Lenacapavir: Suntikan Pencegah HIV Dua Kali Setahun
Lenacapavir adalah suntikan pencegah HIV yang akan tersedia di 120 negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan biaya US$40 per tahun. Distribusi direncanakan mulai 2027, namun ada kekhawatiran soal negara yang dikecualikan dan pendanaan.
One Health di Afrika: Kegagalan Koordinasi dan Tantangan Lokal
One Health mendapat dukungan luas, tetapi koordinasi sering gagal di tempat wabah bermula. Kasus di Jelinkon, Ghana, menyorot keterbatasan sumber daya, tata kelola buruk, dan kebutuhan penguatan surveilans serta pendanaan lokal.