Para peneliti melaporkan kemajuan pada suntikan yang mungkin membantu jantung pulih setelah serangan jantung. Sebuah studi tim yang diterbitkan di Science menunjukkan bahwa satu dosis mampu menghasilkan hormon peptida natriuretik atrial (ANP) yang bekerja selama beberapa minggu. Ke Huang, asisten profesor di Irma Lerma Rangel College of Pharmacy, Texas A&M University, adalah salah satu penulis studi.
Suntikan diberikan ke otot rangka dan merangsang pelepasan ANP. Secara normal tubuh hanya melepaskan sedikit ANP setelah serangan jantung, sehingga jumlah itu sering tidak cukup untuk pemulihan penuh. Teknologi yang digunakan adalah RNA yang dapat memperbanyak diri sendiri (saRNA), yang memberi instruksi sementara kepada sel otot agar membuat lebih banyak ANP untuk jangka pendek.
Para peneliti melaporkan bahwa pendekatan ini bisa mengurangi jaringan parut, mempertahankan otot jantung yang sehat, memperbaiki fungsi pemompaan, dan menurunkan risiko komplikasi jangka panjang. Sebelum uji coba pada manusia, mereka akan mempelajari aspek keselamatan, waktu pemberian, dan dosis.
Kata-kata sulit
- peptida natriuretik atrial — hormon yang berperan mengatur cairan dan tekanan darah
- suntikan — cairan atau obat yang dimasukkan lewat jarum
- merangsang — membuat sesuatu mulai bekerja atau aktif
- memperbanyak — membuat jumlah sesuatu menjadi lebih banyak
- jaringan parut — jaringan yang terbentuk setelah luka sembuh
- mempertahankan — menjaga agar sesuatu tetap ada atau utuh
- pemompaan — aktivitas memompa darah atau cairan
- dosis — jumlah obat yang diberikan pada pasien
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda pengurangan jaringan parut bisa membantu pasien setelah serangan jantung?
- Apakah Anda khawatir jika sebuah teknologi baru harus diuji coba pada manusia? Jelaskan singkat alasannya.
- Jika perawatan ini berhasil, perubahan apa pada perawatan penyakit jantung yang mungkin terjadi?
Artikel terkait
Dukungan Sosial pada Masa Kecil Kurangi Risiko Kematian Dini Remaja
Penelitian menemukan dukungan sosial yang konsisten pada masa kanak-kanak mengurangi risiko kematian dini bagi remaja yang mengalami masalah keluarga atau kekerasan di komunitas. Studi ini mencontoh pengalaman masa kecil merugikan dan menyarankan langkah praktis bagi keluarga dan sekolah.
Peta Biologis Menghubungkan Sel dan Jaringan Otak
Sebuah studi di Nature Communications menggabungkan pemindaian otak, data genetik, dan pencitraan molekuler untuk menunjukkan bagaimana organisasi seluler dan molekuler membentuk jaringan otak besar. Temuan berpotensi mengubah studi kognisi dan gangguan mental.