Kolera adalah penyakit bakteri yang menyebabkan sekitar 95,000 kematian setiap tahun. Bakteri penyebab kolera bergerak dengan struktur seperti ekor yang disebut flagela dan flagela ini penting untuk mencapai sel di usus halus.
Peneliti dari Yale menggunakan metode mikroskopi baru untuk melihat flagela saat bakteri masih hidup. Mereka membekukan bakteri dalam etana cair dan memotret dengan mikroskop elektron yang kuat. Gambar baru menunjukkan bagaimana bagian-bagian flagela tersusun dalam sebuah selubung hidrofilik dan mengisyaratkan kemungkinan cara bakteri bergerak dan menembus lendir usus. Temuan ini bisa membantu pengembangan obat yang menargetkan flagela.
Kata-kata sulit
- bakteri — mikroorganisme kecil yang dapat menyebabkan penyakit
- flagela — struktur mirip ekor yang dipakai untuk bergerakflagela ini
- mikroskopi — cara melihat objek kecil dengan alat khusus
- selubung — lapisan yang menutupi bagian dari sesuatu
- hidrofilik — sifat yang menyukai atau menarik air
- lendir — cairan tebal di tubuh yang melindungi permukaan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu penting mempelajari cara bakteri bergerak? Mengapa?
- Bagaimana obat yang menargetkan flagela bisa membantu pasien, menurutmu?
- Pernahkah kamu melihat mikroskop? Ceritakan pengalaman singkat.
Artikel terkait
Usap Hidung Dapat Mendeteksi Alzheimer Lebih Awal
Studi yang dipublikasikan di Nature Communications menemukan bahwa usap hidung sederhana bisa mendeteksi perubahan biologis awal terkait Alzheimer sebelum gangguan memori muncul. Metode ini mengambil sel saraf dan sel kekebalan dari rongga hidung.
Jalur inflamasi 'pintu belakang' pada rheumatoid arthritis
Penelitian di Washington State University menemukan jalur inflamasi alternatif yang memperkuat TNF dan mungkin menjelaskan kegagalan beberapa obat untuk rheumatoid arthritis. Memblokir reseptor Fn14 mengurangi lonjakan peradangan dan menjadi target terapi berikutnya.
Orang tua, organisasi Yunani, dan minum berlebihan di mahasiswa
Studi di jurnal Behavioral Sciences menemukan orang tua yang lebih membolehkan minum terkait dengan mahasiswa yang bergabung dengan fraternity atau sorority dan risiko minum berlebihan. Peneliti menyarankan program pengasuhan dan percakapan tentang risiko.
Studi: COVID-19 dan Flu Tinggalkan Perubahan Jangka Panjang
Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa kasus ringan COVID-19 atau influenza dapat menyebabkan perubahan berkepanjangan di paru-paru. Hanya pada COVID-19 ditemukan peradangan otak dan gangguan pada jalur serotonin dan dopamin.