Kolera adalah penyakit bakteri yang menyebabkan sekitar 95,000 kematian setiap tahun. Bakteri penyebab kolera bergerak dengan struktur seperti ekor yang disebut flagela dan flagela ini penting untuk mencapai sel di usus halus.
Peneliti dari Yale menggunakan metode mikroskopi baru untuk melihat flagela saat bakteri masih hidup. Mereka membekukan bakteri dalam etana cair dan memotret dengan mikroskop elektron yang kuat. Gambar baru menunjukkan bagaimana bagian-bagian flagela tersusun dalam sebuah selubung hidrofilik dan mengisyaratkan kemungkinan cara bakteri bergerak dan menembus lendir usus. Temuan ini bisa membantu pengembangan obat yang menargetkan flagela.
Kata-kata sulit
- bakteri — mikroorganisme kecil yang dapat menyebabkan penyakit
- flagela — struktur mirip ekor yang dipakai untuk bergerakflagela ini
- mikroskopi — cara melihat objek kecil dengan alat khusus
- selubung — lapisan yang menutupi bagian dari sesuatu
- hidrofilik — sifat yang menyukai atau menarik air
- lendir — cairan tebal di tubuh yang melindungi permukaan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu penting mempelajari cara bakteri bergerak? Mengapa?
- Bagaimana obat yang menargetkan flagela bisa membantu pasien, menurutmu?
- Pernahkah kamu melihat mikroskop? Ceritakan pengalaman singkat.
Artikel terkait
Permintaan Mineral untuk Energi Bersih Menyebabkan Masalah di Wilayah Miskin
Laporan PBB memperingatkan bahwa permintaan cepat terhadap mineral seperti lithium, kobalt dan grafit menyebabkan kerusakan lingkungan, kekurangan air, dan masalah kesehatan di beberapa wilayah termiskin, sementara negara kaya mendapat manfaat ekonomi lebih besar.
RNA kecil kendalikan kolesterol dan penyakit jantung
Peneliti menemukan molekul RNA kecil bernama tsRNA-Glu-CTC yang mengatur produksi kolesterol melalui SREBP2. Pada tikus, menurunkan molekul ini mengurangi kolesterol dan aterosklerosis; temuan serupa juga terlihat pada sampel darah manusia.
Pelatihan Kecepatan Kognitif Kurangi Risiko Demensia
Peserta lansia yang menyelesaikan pelatihan kecepatan kognitif dan beberapa sesi penguat memiliki kemungkinan lebih kecil didiagnosis demensia sampai dua dekade kemudian. Temuan ini berasal dari uji klinis jangka panjang pada orang dewasa lanjut usia.