Demam Babi Afrika (ASF) terus mengancam industri babi dan ketahanan pangan di Filipina. Sejak 2019 wabah dilaporkan meluas ke banyak provinsi, dan pada bulan lalu beberapa provinsi masih melaporkan kasus aktif. Untuk merespons, DOST bekerja sama dengan BioAssets Corporation meluncurkan tiga teknologi baru untuk mendeteksi dan mengelola ASF.
Ketiga alat itu adalah kit ekstraksi DNA cepat, kit deteksi real-time yang ditujukan bagi peternak, dan laboratorium biokontainment bergerak untuk diagnosis di lokasi. Sekretaris DOST menilai intervensi ini sebagai solusi holistik melalui sains dan teknologi, dan pihak kementerian pertanian menyebut zoning serta pos pemeriksaan membantu menurunkan kasus.
Namun ada keraguan. Sejumlah ahli dan asosiasi peternak mempertanyakan manfaat alat baru dan menolak vaksin yang dianggap masih eksperimental. Pemerintah mengimpor vaksin AVAC dari Vietnam; badan pengawas menyatakan uji lapang hampir dua tahun dan klaim efikasi 100 persen, tetapi data belum dipublikasikan. Kritik menyebut risiko keamanan, dan organisasi internasional mengingatkan pengendalian masih bergantung pada pemusnahan, biosekuriti, dan pembatasan pergerakan.
Kata-kata sulit
- ketahanan pangan — kemampuan suatu negara menyediakan makanan cukup dan aman
- ekstraksi — proses mengambil bahan genetik dari sampel
- biokontainment — upaya atau fasilitas untuk mencegah penyebaran patogen
- intervensi — tindakan untuk mengatasi atau mengubah masalah
- zoning — pembagian wilayah untuk tujuan kontrol penyakit
- biosekuriti — langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penyakit hewan
- efikasi — seberapa baik suatu obat atau vaksin bekerja
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda percaya penggunaan vaksin cepat lebih baik daripada pemusnahan hewan? Mengapa?
- Bagaimana teknologi seperti kit deteksi dan laboratorium bergerak bisa membantu peternak lokal?
- Langkah apa yang bisa dilakukan komunitas untuk mendukung ketahanan pangan saat wabah seperti ASF?
Artikel terkait
Media Sosial: Manfaat dan Risiko Informasi
Media sosial memberi dukungan dan informasi, tetapi juga menyebarkan ujaran kebencian, kebohongan, dan bahaya nyata. Perubahan kebijakan dan teknologi—termasuk keputusan Meta Januari 2025 dan AI generatif—memperbesar manfaat sekaligus risiko.