Studi yang diterbitkan di Journal of Substance Use ini merupakan survei terbesar tentang penggunaan CBD di kalangan mahasiswa. Para peneliti menyurvei lebih dari 4.100 mahasiswa sarjana dan menemukan hampir separuh peserta pernah mencoba CBD. Lebih dari 29% melaporkan memakai CBD setiap bulan atau lebih sering, dan hampir satu dari lima mengatakan CBD membantu mereka tidur dan meningkatkan kualitas tidur.
Alasan umum mahasiswa mencoba CBD termasuk karena teman memiliki produk, ditawarkan dalam pertemuan sosial, atau direkomendasikan oleh orang lain. Bentuk edibles—seperti permen karet atau gummy—tercatat sebagai pilihan populer. Studi juga menemukan bahwa pria usia kuliah lebih cenderung mencoba dan menggunakan produk CBD secara berulang dibanding rekan perempuan.
Jennie Pless, penulis utama dan mahasiswa doktoral, mengatakan kehidupan kampus membawa tanggung jawab baru dan gangguan tidur. Dari sisi medis, CBD adalah senyawa dari tanaman kanabis. FDA menyetujui obat yang mengandung CBD murni untuk mengobati kejang tahun ini, sementara Mayo Clinic mencatat ada penelitian aktif untuk penyakit seperti Parkinson, diabetes, dan kecemasan. Centers for Disease Control and Prevention menyatakan bahwa risiko produk CBD yang tidak diatur belum jelas. Di Georgia dan di sebagian besar wilayah AS, CBD legal untuk dibeli oleh mereka yang berusia 18 tahun ke atas.
Kata-kata sulit
- survei — penelitian yang mengumpulkan jawaban banyak orang
- mahasiswa — orang yang sedang menempuh pendidikan tinggimahasiswa sarjana, mahasiswa doktoral
- separuh — setengah dari jumlah atau kelompok
- melaporkan — memberi tahu hasil atau informasi resmi
- berulang — terjadi lagi dan lagi tidak sekali saja
- tanggung jawab — kewajiban yang harus dilakukan oleh seseorang
- gangguan tidur — keadaan ketika seseorang sulit tidur atau tidak nyenyak
- senyawa — zat kimia yang menyusun suatu bahan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda setuju kampus harus memberi informasi tentang risiko produk CBD yang tidak diatur? Jelaskan alasan singkat.
- Bagaimana menurut Anda teman dan pertemuan sosial mempengaruhi keputusan mahasiswa mencoba CBD? Beri satu atau dua contoh.
- Jika seorang mahasiswa mengalami gangguan tidur, apakah Anda akan menyarankan mereka mencari bantuan medis atau mencoba produk seperti CBD? Mengapa?
Artikel terkait
Orang dengan Disabilitas di Perkotaan Saat Pandemi
Selama pandemi COVID-19, orang dengan disabilitas di daerah perkotaan miskin di Kenya dan Nigeria menghadapi masalah besar: layanan kesehatan berkurang, biaya naik, dan banyak kehilangan penghasilan. Peneliti dan advokat minta layanan lebih dekat dan lebih dapat diakses.
Titik tipping mekanis menjelaskan loncatan fibrosis
Ilmuwan dari Washington University dan Tsinghua menemukan titik tipping mekanis yang membuat sel berkoordinasi tiba-tiba dan menyebabkan fibrosis. Studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences menyorot peran kolagen dan ikatan silang.
Orang tua, organisasi Yunani, dan minum berlebihan di mahasiswa
Studi di jurnal Behavioral Sciences menemukan orang tua yang lebih membolehkan minum terkait dengan mahasiswa yang bergabung dengan fraternity atau sorority dan risiko minum berlebihan. Peneliti menyarankan program pengasuhan dan percakapan tentang risiko.
Perawatan hewan di klinik membuat remaja tunawisma lebih menerima perawatan kesehatan
Studi di One Health Clinic, Seattle, menemukan remaja dan anak muda tunawisma lebih mungkin menerima perawatan medis jika klinik juga menawarkan layanan kedokteran hewan untuk hewan peliharaan mereka. Penelitian menelaah kunjungan klinik antara 2019 dan 2022.
Pemimpin Penelitian Afrika Dorong Kontrol Lokal atas RD&I Kesehatan
Pemimpin penelitian Afrika meminta pengendalian regional atas penelitian dan pengembangan kesehatan. Mereka menyorot penurunan bantuan sejak 2021 dan mendorong pembiayaan, kapasitas produksi vaksin, serta kebijakan regional untuk membuka pasar.