Penelitian ini menyurvei lebih dari 4.100 mahasiswa sarjana dan menemukan banyak yang pernah mencoba CBD. Hampir separuh peserta pernah mencoba produk ini setidaknya sekali, dan lebih dari 29% melaporkan menggunakannya setiap bulan atau lebih sering.
Mahasiswa sering memakai CBD untuk mengatasi kecemasan, stres, dan masalah tidur. Banyak yang mulai mencoba karena teman menawarkan atau merekomendasikan produk. Bentuk makanan, seperti permen karet atau gummy, menjadi bentuk yang paling disukai.
Penulis penelitian mengatakan kehidupan kampus membawa tanggung jawab baru yang bisa menyebabkan kurang tidur. Dari sisi medis, CBD adalah senyawa dari tanaman kanabis. FDA menyetujui obat CBD murni untuk mengobati kejang tahun ini, namun beberapa instansi kesehatan mengatakan risiko penggunaan produk yang tidak diatur belum jelas.
Kata-kata sulit
- menyurvei — mengumpulkan informasi melalui pertanyaan kepada orang
- sarjana — mahasiswa yang sedang kuliah strata satu
- kecemasan — perasaan takut atau khawatir yang kuat
- permen karet — bentuk makanan kunyah yang manis
- senyawa — zat kimia yang terbentuk dari beberapa unsur
- atur — mempunyai aturan atau pengawasan resmidiatur
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah mendengar tentang produk CBD? Mengapa kamu tertarik atau tidak?
- Bagaimana pengaruh teman menurutmu terhadap keputusan mencoba produk baru di kampus?
- Apakah kamu setuju jika produk seperti ini diatur lebih ketat? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Kekerasan Terkait Peningkatan Penggunaan Tembakau pada Remaja
Penelitian menemukan hubungan kuat antara paparan berbagai bentuk kekerasan dan peningkatan penggunaan rokok serta rokok elektronik pada remaja. Para peneliti menyarankan penilaian dan pencegahan kekerasan untuk mengurangi penggunaan tembakau.
Kondisi Kesehatan Mental Tingkatkan Risiko Cedera
Studi besar menemukan orang dengan kondisi kesehatan mental lebih sering mengalami cedera fisik, termasuk melukai diri sendiri, penyerangan, serta kecelakaan dan jatuh. Penelitian menyoroti perlunya pencegahan cedera dalam layanan kesehatan mental.