Penelitian ini menyurvei lebih dari 4.100 mahasiswa sarjana dan menemukan banyak yang pernah mencoba CBD. Hampir separuh peserta pernah mencoba produk ini setidaknya sekali, dan lebih dari 29% melaporkan menggunakannya setiap bulan atau lebih sering.
Mahasiswa sering memakai CBD untuk mengatasi kecemasan, stres, dan masalah tidur. Banyak yang mulai mencoba karena teman menawarkan atau merekomendasikan produk. Bentuk makanan, seperti permen karet atau gummy, menjadi bentuk yang paling disukai.
Penulis penelitian mengatakan kehidupan kampus membawa tanggung jawab baru yang bisa menyebabkan kurang tidur. Dari sisi medis, CBD adalah senyawa dari tanaman kanabis. FDA menyetujui obat CBD murni untuk mengobati kejang tahun ini, namun beberapa instansi kesehatan mengatakan risiko penggunaan produk yang tidak diatur belum jelas.
Kata-kata sulit
- menyurvei — mengumpulkan informasi melalui pertanyaan kepada orang
- sarjana — mahasiswa yang sedang kuliah strata satu
- kecemasan — perasaan takut atau khawatir yang kuat
- permen karet — bentuk makanan kunyah yang manis
- senyawa — zat kimia yang terbentuk dari beberapa unsur
- atur — mempunyai aturan atau pengawasan resmidiatur
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah mendengar tentang produk CBD? Mengapa kamu tertarik atau tidak?
- Bagaimana pengaruh teman menurutmu terhadap keputusan mencoba produk baru di kampus?
- Apakah kamu setuju jika produk seperti ini diatur lebih ketat? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
AI Membimbing Mahasiswa Bedah Saat Latihan Menjahit Luka
Para peneliti di Johns Hopkins mengembangkan AI yang menilai dan memberi umpan balik personal pada mahasiswa kedokteran saat berlatih menjahit luka. Studi acak dengan 12 mahasiswa menunjukkan manfaat terbesar bagi yang sudah punya dasar bedah.
Resesi 2008 Mengubah Identitas Kelas Orang Amerika
Penelitian UC Riverside menemukan resesi 2008 membuat banyak orang Amerika melihat diri mereka sebagai kelas sosial lebih rendah, dan perubahan itu bertahan lama. Studi memakai data panjang dari puluhan ribu orang untuk mengukur efek jangka panjang.
Tikus CC023 dan kemungkinan hubungan antara infeksi virus dan ALS
Peneliti menemukan bahwa tikus strain CC023 merespons infeksi virus dengan cara yang mirip penyakit ALS pada manusia. Model tikus ini mungkin membantu menemukan penanda awal dan mendukung pengembangan pengobatan untuk ALS sporadis.