Studi ini adalah yang pertama yang meneliti bagaimana orang memasukkan protesis anggota tubuh bagian bawah ke dalam citra tubuh mereka dan bagaimana citra itu berubah lewat latihan, menurut Helen Huang, profesor teknik biomedis. Dalam eksperimen empat hari, sembilan partisipan tanpa disabilitas berjalan di treadmill sambil memakai protesis robotik yang dipasang dengan lutut ditekuk pada sudut siku-siku. Mereka diminta berjalan secepat mungkin tanpa menyentuh pegangan tangan.
Setelah setiap sesi, partisipan menonton animasi komputer yang menampilkan berbagai pola langkah dan memilih pola yang paling mencerminkan kinerja mereka. Meskipun kinerja berjalan meningkat secara signifikan, persepsi partisipan berubah secara tak terduga: pada awalnya mereka menilai langkah mereka lebih kaku dan tidak seimbang daripada kenyataannya, tetapi pada akhir studi mereka menilai langkah sebagai lebih lancar dan lebih alami daripada yang benar-benar terjadi. Dengan kata lain, kepercayaan diri meningkat sementara akurasi penilaian menurun.
Para peneliti mencatat tiga temuan utama: partisipan lebih memusatkan perhatian pada posisi torso saat menilai pola langkah, mereka kurang menekankan perilaku perangkat protesis, dan sedikitnya umpan balik langsung serta ketidakmampuan melihat diri sendiri kemungkinan menjelaskan fokus tersebut. Untuk memperbaiki pelatihan, studi ini menyarankan pemberian umpan balik visual atau bentuk umpan balik lain agar pengguna dapat mengkalibrasi citra tubuh dan pola langkah. Para penulis juga menekankan perlunya menangani kepercayaan diri berlebihan, karena keyakinan bahwa performa sudah cukup baik dapat mengurangi usaha untuk memperbaiki.
Makalah ini diterbitkan di jurnal akses terbuka PNAS Nexus. Pekerjaan ini didukung oleh National Institutes of Health (NIH) dan National Science Foundation (NSF). Sumber: NC State.
- Kinerja berjalan membaik, persepsi kurang akurat
- Fokus penilaian pada posisi torso
- Umpan balik visual disarankan
Kata-kata sulit
- protesis — alat pengganti bagian tubuh yang hilang
- citra tubuh — gambar mental seseorang tentang tubuhnya
- umpan balik — informasi tentang performa atau hasil tindakan
- torso — bagian tubuh antara leher dan pinggul
- akurasi — seberapa tepat penilaian atau ukuran
- kepercayaan diri — keyakinan seseorang terhadap kemampuannya sendiri
- kalibrasi — menyesuaikan pengukuran agar lebih tepatmengkalibrasi
- persepsi — cara seseorang melihat atau menilai sesuatu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana umpan balik visual bisa membantu pengguna protesis dalam kehidupan sehari-hari? Jelaskan singkat.
- Apa risiko jika kepercayaan diri berlebihan pada pengguna protesis tidak ditangani?
- Metode latihan selain umpan balik visual apa yang menurut Anda bisa membantu menyesuaikan citra tubuh dan pola langkah? Beri alasan singkat.
Artikel terkait
Beras Joha dari India Menunjukkan Potensi Melawan Diabetes
Penelitian di India menemukan bahwa beras harum tradisional Joha dapat menurunkan kadar gula dan melindungi jantung pada uji laboratorium dan percobaan pada tikus. Para peneliti mendorong promosi dan kebijakan untuk mendukung penanaman Joha.
Kutu Manusia dan Wabah Pes di Madagascar
Wabah pes masih terjadi di beberapa negara, terutama Madagascar. Penelitian menemukan kutu manusia (Pulex irritans) berperan dalam penyebaran dan mengaitkan infestasi kutu dengan kebiasaan rumah tangga serta penggunaan insektisida yang berisiko.
Warga Mile Four Bamenda Beralih ke Tenaga Surya karena Pemadaman Listrik
Pemadaman listrik panjang dan tidak menentu di Mile Four, Bamenda mendorong warga mencari solusi lokal. Mereka mengumpulkan dana untuk trafo komunitas dan banyak memasang sistem surya terdesentralisasi untuk kebutuhan rumah tangga dan layanan publik.
Titik tipping mekanis menjelaskan loncatan fibrosis
Ilmuwan dari Washington University dan Tsinghua menemukan titik tipping mekanis yang membuat sel berkoordinasi tiba-tiba dan menyebabkan fibrosis. Studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences menyorot peran kolagen dan ikatan silang.