- Sebuah studi melihat orang belajar memakai protesis.
- Mereka berlatih berjalan setiap hari.
- Mereka diminta berjalan tanpa memegang pegangan.
- Kinerja berjalan menjadi lebih baik setelah latihan.
- Awalnya mereka merasa langkah kaku dan tidak seimbang.
- Setelah latihan mereka merasa langkah lebih alami.
- Mereka salah menilai gerakan tubuh sendiri.
- Mereka lebih fokus pada posisi tubuh bagian atas.
- Peneliti menyarankan memberi umpan balik visual.
Kata-kata sulit
- protesis — alat buatan untuk mengganti bagian tubuh
- berlatih — melakukan latihan secara teratur untuk belajar
- kinerja — hasil atau cara melakukan suatu kegiatan
- kaku — tidak lentur dan sulit bergerak bebas
- seimbang — tubuh terasa stabil dan tidak mudah jatuh
- umpan balik visual — informasi visual tentang gerakan untuk perbaikan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu berlatih berjalan atau olahraga setiap hari?
- Pernahkah kamu merasa tidak seimbang saat berjalan?
- Apakah kamu ingin mendapat umpan balik visual saat belajar gerakan?
Artikel terkait
Studi: Video Game Bisa Membantu Mengelola Stres
Penelitian dari Boston University menunjukkan banyak pemain menggunakan video game untuk mengatasi stres dan mengatur emosi. Studi ini mensurvei mahasiswa tentang kebiasaan bermain, alasan bermain, dan perasaan sebelum/durasi/setelah bermain.
Kutu Manusia dan Wabah Pes di Madagascar
Wabah pes masih terjadi di beberapa negara, terutama Madagascar. Penelitian menemukan kutu manusia (Pulex irritans) berperan dalam penyebaran dan mengaitkan infestasi kutu dengan kebiasaan rumah tangga serta penggunaan insektisida yang berisiko.
Laporan PBB: Pemasaran Susu Bubuk Merugikan Anak
Laporan terkait PBB memperingatkan bahwa pemasaran luas susu bubuk bayi mengurangi penyusuan dan merugikan kesehatan anak. WHO dan UNICEF menyebut menyusui dapat mencegah banyak kematian anak dan beberapa kematian akibat kanker payudara ibu setiap tahun.
Vaksin Shingles Terkait Risiko Demensia Lebih Rendah
Studi menemukan orang dewasa lanjut usia yang menerima vaksin shingles (RZV/Shingrix) memiliki kemungkinan lebih rendah didiagnosis demensia dalam empat tahun. Peneliti menganalisis data Medicare dan catatan kesehatan elektronik dari 2017 sampai 2022.