Peneliti mengembangkan cara mengamati jam pada janin dengan memakai tikus yang direkayasa secara genetik. Mereka menandai protein jam dengan luciferase, yaitu protein yang memancarkan cahaya. Ketika pejantan yang membawa protein bertanda dikawinkan dengan betina normal, janin membawa protein itu sementara ibu tidak.
Para peneliti memberi bahan dalam minuman agar luciferase menyala, lalu kamera merekam cahaya dari janin. Mereka menemukan ritme siang-malam pada anak tikus yang tersinkronisasi dengan siklus ibu pada minggu terakhir kehamilan, yang setara dengan trimester ketiga manusia. Hasil ini menunjukkan ibu mengirim isyarat waktu kepada jam janin.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan penelitian ilmiah
- janin — bayi yang sedang berkembang dalam kandungan
- merekayasa — mengubah sifat organisme dengan metode ilmiahdirekayasa
- luciferase — protein yang dapat memancarkan cahaya
- ritme — pola perubahan yang terjadi secara berulang
- siklus — urutan kejadian yang berulang dalam waktu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa para peneliti memberi bahan dalam minuman tikus? Jelaskan singkat.
- Apakah menurutmu ibu juga mengirim isyarat waktu kepada janin manusia? Mengapa?
Artikel terkait
Lajang pada orang muda dan kesejahteraan
Studi longitudinal dari University of Zurich mengikuti lebih dari 17.000 orang muda di Jerman dan Britania Raya. Hasil menunjukkan lajang jangka panjang terkait penurunan kepuasan hidup dan peningkatan kesepian; menjalin hubungan pertama meningkatkan beberapa aspek kesejahteraan.
Sensor Rumah dan AI Pantau Perubahan Kesehatan pada Pasien ALS
Tim di University of Missouri menguji sistem yang menggabungkan sensor rumah dan kecerdasan buatan untuk melacak perubahan fungsi sehari-hari pada pasien ALS. Tujuannya mendeteksi masalah lebih awal dan membantu tindakan klinis cepat.
Pterosaurus Mengembangkan Penerbangan dengan Cepat
Studi baru memakai CT scan untuk melihat rongga otak pterosaurus dan menemukan bahwa kemampuan terbang berkembang pesat sejak asal-usul kelompok itu. Peneliti membandingkan otak pterosaurus dengan kerabat tak terbang dan hewan purba lain.
Merokok kanabis dan diet olahan tingkatkan risiko masalah jantung
Studi laboratorium menemukan merokok hemp (kanabis) dapat melemahkan jantung dan risikonya lebih besar jika orang makan banyak makanan olahan tinggi minyak biji. Kombinasi itu juga melemahkan sistem kekebalan dan perbaikan tubuh.