- Telemedis kini memberi PrEP kepada banyak orang di Amerika Serikat.
- Sekarang pasien bisa mendapat obat jauh dari klinik biasa.
- Jumlah pengguna PrEP meningkat sejak beberapa tahun terakhir.
- Sebagian pengguna belum pernah memakai PrEP sebelumnya.
- Banyak pengguna telemedis tidak memiliki asuransi kesehatan sekarang.
- Banyak pengguna memilih tes HIV di rumah untuk kenyamanan.
- Layanan telemedis sering gratis tanpa melihat asuransi pasien.
- Penelitian menunjukkan telemedis membantu orang mendapat perawatan.
Kata-kata sulit
- telemedis — konsultasi dan layanan medis lewat internet
- obat — zat atau pil yang digunakan untuk sakit
- klinik — tempat pasien mendapatkan perawatan kesehatan
- pengguna — orang yang memakai atau menggunakan sesuatu
- asuransi — perlindungan biaya kesehatan saat perlu
- kenyamanan — rasa aman dan mudah tanpa masalah
- perawatan — pelayanan medis untuk menjaga kesehatan pasien
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah menggunakan telemedis?
- Apakah kamu lebih suka tes di rumah atau di klinik?
- Apakah kamu punya asuransi kesehatan?
Artikel terkait
Tes Skrining Alzheimer Tampil Berbeda pada Perempuan dan Laki‑laki
Penelitian dari Georgia State University menunjukkan tes kognitif standar seperti MMSE mungkin tidak menangkap perubahan otak yang sama pada perempuan dan laki‑laki, terutama pada tahap mild cognitive impairment (MCI). Temuan ini menyarankan interpretasi menurut jenis kelamin.
Senyawa Baru di ETH Zurich Lambatkan Gejala Alzheimer pada Tikus
Tim di ETH Zurich, dipimpin Ursula Quitterer, menemukan senyawa yang mencegah penggumpalan enzim GRK2 dan melambatkan gejala Alzheimer pada tikus. Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal Cell Reports Medicine dan kini sedang dicari pengembang industri.
Suntikan lenacapavir di Zimbabwe terancam oleh perselisihan diplomatik
Zimbabwe meluncurkan fase pertama program suntik pencegah HIV dengan lenacapavir dan sudah memberi suntikan pada ribuan orang. Perselisihan diplomatik dengan AS mengancam pasokan dosis lanjutan dan menimbulkan kekhawatiran resistensi obat.