- Zimbabwe memulai program suntik pencegah HIV untuk beberapa orang.
- Suntikan itu bernama lenacapavir dan tahan lama.
- Suntikan diberikan dua kali dalam satu tahun.
- Program ini menyasar orang yang berisiko tinggi tertular HIV.
- Beberapa ribu orang sudah menerima suntikan pertama.
- Ada perselisihan diplomatik antara Zimbabwe dan Amerika Serikat.
- Perselisihan itu bisa mengganggu pasokan suntikan lanjutan.
- Penghentian suntikan berisiko membuat virus resisten terhadap obat.
- Para ilmuwan khawatir resistensi akan mengurangi efektivitas obat.
- Wanita penerima takut tidak mendapat dosis berikutnya nanti.
Kata-kata sulit
- pencegah — obat atau cara untuk mencegah penyakit
- tahan lama — tetap bekerja atau bertahan untuk waktu panjang
- berisiko — mempunyai kemungkinan mengalami sesuatu burukberisiko tinggi
- perselisihan — ketidaksepakatan antara dua pihak atau negaraperselisihan diplomatik
- pasokan — pengiriman barang atau persediaan ke tempat
- resistensi — ketidakmampuan obat untuk melawan virus
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah menerima suntikan pencegah?
- Apakah kamu khawatir jika tidak mendapat dosis berikutnya?
- Apakah kamu setuju program untuk orang berisiko tinggi?
Artikel terkait
Dry January: Istirahat Minum Alkohol Sebulan
Setiap Januari jutaan orang mengikuti Dry January dan berhenti minum alkohol selama 31 hari. Orang ikut karena alasan kesehatan, dukungan komunitas lewat media sosial, dan tujuan yang jelas, tapi ada juga kekhawatiran dan saran profesional.
RSV dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang
Penelitian menemukan bahwa orang dewasa yang dirawat karena RSV sering mengalami keluhan berbulan-bulan setelah keluar rumah sakit, termasuk sesak napas dan kesulitan aktivitas. Studi menekankan pencegahan melalui vaksinasi dan kebutuhan perawatan lanjutan.
Studi: COVID-19 dan Flu Tinggalkan Perubahan Jangka Panjang
Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa kasus ringan COVID-19 atau influenza dapat menyebabkan perubahan berkepanjangan di paru-paru. Hanya pada COVID-19 ditemukan peradangan otak dan gangguan pada jalur serotonin dan dopamin.