Penelitian pada tikus membandingkan jaringan setelah infeksi dinyatakan hilang. Para ilmuwan melihat paru-paru dan otak untuk membedakan efek kedua virus.
Kedua virus meninggalkan kerusakan paru-paru yang berkepanjangan. Para peneliti menemukan sel imun yang tidak kembali tenang penuh dan naiknya kolagen, yang bisa membuat paru-paru kaku. Setelah influenza, paru-paru menunjukkan sel perbaikan yang membangun kembali lapisan saluran napas, tetapi respons itu hampir tidak terlihat setelah infeksi COVID-19. Pada tikus yang pernah COVID-19 ada peradangan otak dan area kecil perdarahan yang tidak umum setelah influenza.
Kata-kata sulit
- penelitian — studi untuk mendapatkan informasi baru
- jaringan — kumpulan sel yang membentuk bagian tubuh
- sel imun — bagian tubuh yang melawan infeksi
- kolagen — protein yang memberi kekuatan dan elastisitas jaringan
- peradangan — reaksi tubuh terhadap luka atau infeksi
- perdarahan — keluarnya darah dari pembuluh darah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa naiknya kolagen bisa menjadi masalah untuk paru-paru menurut teks?
- Bagaimana respon perbaikan paru-paru berbeda antara influenza dan COVID-19 menurut artikel?
- Apakah menurut Anda penting meneliti efek penyakit pada hewan seperti tikus? Mengapa?
Artikel terkait
Cara Aman Mewarnai Telur Paskah dengan Bahan Alami
Melissa Wright dari Virginia Tech memberi saran memakai bahan dapur untuk mewarnai telur Paskah secara aman. Ia juga menjelaskan aturan keamanan pangan, termasuk penyimpanan di bawah 40 derajat Fahrenheit dan konsumsi dalam satu minggu.
Penelitian: Dampak Kesehatan Revolusi Industri Tidak Merata di Inggris
Studi bioarkeologi menemukan paparan logam berat selama Revolusi Industri berbeda antar komunitas dan kelompok sosial. Perempuan di kota industri menunjukkan konsentrasi arsenik dan barium lebih tinggi, hasil yang relevan untuk kebijakan perlindungan.
Studi: Ketidakamanan Energi Tingkatkan Kecemasan dan Depresi di AS
Sebuah studi oleh Michelle Graff dari Georgia Tech yang diterbitkan di JAMA Network Open menemukan ketidakamanan energi terkait gejala kecemasan dan depresi pada rumah tangga AS. Peneliti menyarankan penyaringan ketidakamanan energi oleh layanan kesehatan.