- Penelitian baru melihat efek setelah sakit.
- Studi membandingkan COVID-19 dan influenza.
- Bahkan kasus ringan bisa berdampak lama.
- Paru-paru menunjukkan tanda kerusakan yang lama.
- Sel imun tidak kembali tenang sepenuhnya.
- Kolagen menumpuk dan jaringan jadi kaku.
- Tikus dengan COVID-19 juga punya peradangan otak.
- Beberapa gejala seperti sesak dan lelah tetap ada.
Kata-kata sulit
- penelitian — kegiatan untuk mencari informasi baru
- membandingkan — melihat persamaan dan perbedaan dua hal
- kerusakan — keadaan menjadi rusak atau tidak normal
- kolagen — protein dalam tubuh yang memberi kekuatan
- peradangan — reaksi tubuh terhadap luka atau infeksi
- gejala — tanda atau pengalaman saat sakit muncul
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu merasa lelah lama setelah sakit?
- Bagaimana perasaanmu jika kamu masih sesak napas?
- Apa yang kamu lakukan saat gejala sakit masih ada?
Artikel terkait
Nanopartikel bantu sel punca tingkatkan mitokondria
Para peneliti di Texas A&M University menggunakan nanopartikel berbentuk bunga (nanoflowers) untuk membuat sel punca menghasilkan lebih banyak mitokondria dan mentransfernya ke sel yang menua atau rusak, sehingga memulihkan energi seluler.
AI Membimbing Mahasiswa Bedah Saat Latihan Menjahit Luka
Para peneliti di Johns Hopkins mengembangkan AI yang menilai dan memberi umpan balik personal pada mahasiswa kedokteran saat berlatih menjahit luka. Studi acak dengan 12 mahasiswa menunjukkan manfaat terbesar bagi yang sudah punya dasar bedah.
Undangan Acara Sosial Bisa Bantu atau Membebani Karyawan
Penelitian menemukan undangan untuk acara setelah jam kerja berdampak berbeda pada karyawan: beberapa merasa lebih terhubung, sedangkan yang pemalu sering merasa cemas dan tertekan. Waktu dan cara mengundang juga memengaruhi kinerja.