Para insinyur biomedis di Texas A&M University melaporkan metode baru yang meningkatkan produksi mitokondria pada sel punca dan memindahkan mitokondria itu ke sel yang menua atau rusak. Penelitian ini muncul di Proceedings of the National Academy of Sciences dan memakai nanopartikel mikroskopis berbentuk bunga yang disebut nanoflowers.
Di hadapan nanoflowers, sel punca memproduksi dua kali jumlah mitokondria. Sel punca yang diperkuat kemudian mentransfer dua sampai empat kali lebih banyak mitokondria ke sel lemah dibandingkan sel yang tidak diobati. Dengan mitokondria baru, sel yang sebelumnya rusak dapat memulihkan energi dan fungsi, serta menjadi lebih tahan terhadap kematian sel, termasuk setelah paparan agen perusak seperti obat kemoterapi.
Nanopartikel itu terbuat dari molybdenum disulfide. Mereka tetap berada di dalam sel dan terus mendorong pembentukan mitokondria, sehingga terapi ini mungkin memerlukan administrasi hanya secara bulanan. Para peneliti menyebut sel punca yang dirawat sebagai "pabrik bio mitokondria".
Kata-kata sulit
- mitokondria — Organ kecil dalam sel yang membuat energi
- sel punca — Sel yang dapat berubah jadi jenis sel lain
- nanopartikel — Partikel sangat kecil ukuran nanometer
- nanoflowers — Nanopartikel berbentuk seperti bunga sangat kecil
- mentransfer — Memindahkan sesuatu dari satu sel ke sel lain
- memulihkan — Mengembalikan keadaan atau fungsi yang hilang
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda pemberian terapi setiap bulan bisa mempengaruhi kenyamanan pasien?
- Apa kekhawatiran atau manfaat yang mungkin muncul jika nanopartikel tetap berada lama di dalam sel?
- Bagaimana penambahan mitokondria bisa membantu orang yang selnya menua atau rusak?
Artikel terkait
RSV dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang
Penelitian menemukan bahwa orang dewasa yang dirawat karena RSV sering mengalami keluhan berbulan-bulan setelah keluar rumah sakit, termasuk sesak napas dan kesulitan aktivitas. Studi menekankan pencegahan melalui vaksinasi dan kebutuhan perawatan lanjutan.
Pelatihan Kecepatan Kognitif Kurangi Risiko Demensia
Peserta lansia yang menyelesaikan pelatihan kecepatan kognitif dan beberapa sesi penguat memiliki kemungkinan lebih kecil didiagnosis demensia sampai dua dekade kemudian. Temuan ini berasal dari uji klinis jangka panjang pada orang dewasa lanjut usia.