Tim peneliti menganalisis catatan kesehatan dari hampir 5 juta orang di Norwegia dan Selandia Baru. Data berasal dari rekam medis layanan primer, rekam rawat inap, dan klaim asuransi untuk cedera. Peserta dipantau selama beberapa tahun.
Hasil menunjukkan risiko cedera lebih tinggi pada orang dengan kondisi kesehatan mental. Ini termasuk melukai diri sendiri, cedera akibat penyerangan, dan cedera tidak disengaja seperti jatuh serta kecelakaan lalu lintas. Para peneliti menyarankan agar pencegahan cedera dimasukkan ke dalam perawatan kesehatan mental dan ada perhatian lebih pada kelompok ini.
Kata-kata sulit
- menganalisis — memeriksa data secara sistematis untuk menemukan pola
- rekam medis — catatan tentang pemeriksaan dan perawatan pasien
- cedera — keadaan tubuh yang rusak karena kecelakaan atau serangan
- risiko — kemungkinan sesuatu buruk terjadi pada seseorang
- pencegahan — usaha untuk menghindari masalah atau bahaya
- perawatan kesehatan mental — bantuan medis dan dukungan untuk gangguan jiwa
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu pencegahan cedera harus bagian dari perawatan kesehatan mental? Mengapa?
- Pernahkah kamu melihat atau mengalami program pencegahan cedera di fasilitas kesehatan setempat? Ceritakan singkat.
- Bagaimana menurutmu tenaga kesehatan bisa memberi perhatian lebih pada orang dengan kondisi kesehatan mental?
Artikel terkait
Penelitian: Hujan Ekstrem dan Suhu Naik di Beberapa Wilayah Tanzania
Penelitian menunjukkan beberapa wilayah Tanzania menghadapi peningkatan hari hujan sangat ekstrem dan kenaikan suhu, yang berdampak pada pertanian, kesehatan, dan kota. Ahli menyerukan kebijakan lebih kuat dan kesiapsiagaan.
Kemoterapi Memicu Kekebalan lewat Peniruan Virus
Penelitian menemukan beberapa obat kemoterapi, termasuk Compound 1, membuat sel kanker menunjukkan tanda-tanda seperti infeksi virus sehingga mengaktifkan sistem kekebalan. Temuan ini membuka kemungkinan dosis obat lebih rendah dan kombinasi dengan imunoterapi.
Diskriminasi Sehari-hari Tinggalkan Jejak pada Sistem Imun
Penelitian menemukan pengalaman diskriminasi sehari-hari berkaitan dengan perubahan pada sistem imun dan tanda penuaan biologis pada orang dewasa AS. Studi memakai survei dan sampel darah dari 6.337 peserta usia 50 tahun ke atas.