Penelitian antaruniversitas ini menguji efek aplikasi ponsel yang dipadukan dengan pendampingan pribadi lewat pesan teks pada kesehatan mental mahasiswa. Skrining awal di kampus melibatkan 39.194 mahasiswa, dan banyak yang diidentifikasi berisiko mengalami depresi, kecemasan, atau gangguan makan. Lebih dari 6.200 mahasiswa ikut uji coba acak.
Aplikasi menyajikan versi digital terapi perilaku kognitif (CBT) melalui modul interaktif dan latihan. Pelatih meninjau kemajuan dan mengirimkan umpan balik serta panduan yang dipersonalisasi lewat pesan teks. Menurut penulis, pelatih membantu mahasiswa menerapkan apa yang dipelajari dari aplikasi.
Hasil menunjukkan pengguna aplikasi melaporkan gejala lebih sedikit pada enam minggu, enam bulan, dan dua tahun. Aksesibilitas menjadi keuntungan: sebagian besar mahasiswa yang mendapat aplikasi menggunakannya, termasuk mereka dari latar belakang kurang beruntung. Para peneliti menegaskan aplikasi bukan pengganti konseling kampus.
Kata-kata sulit
- penelitian — kegiatan sistematis untuk memeriksa fakta atau teori
- antaruniversitas — melibatkan lebih dari satu universitas atau kampus
- pendampingan — bantuan atau dukungan terus dari orang lain
- skrining — pemeriksaan awal untuk menemukan masalah kesehatan
- berisiko — memiliki kemungkinan lebih besar mengalami masalah
- uji coba acak — penelitian di mana peserta dipilih secara acak
- terapi perilaku kognitif — jenis terapi yang fokus pada pikiran dan perilaku
- umpan balik — komentar atau informasi tentang kemajuan seseorang
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurutmu pendampingan pribadi lewat pesan teks bisa membantu mahasiswa menggunakan materi aplikasi?
- Apakah menurutmu aplikasi digital seperti ini bisa melengkapi konseling kampus? Mengapa atau mengapa tidak?
- Sebutkan keuntungan dan kemungkinan kekurangan menggunakan aplikasi untuk kesehatan mental berdasarkan teks.
Artikel terkait
AI Mempercepat Diagnostik Medis di Sub-Sahara Afrika
Kecerdasan buatan kini dipakai untuk diagnosis cepat di beberapa bagian sub-Sahara Afrika, termasuk deteksi malaria dan interpretasi rontgen. Proyek awal menunjukkan pengurangan pemberian antibiotik tidak tepat dan komplikasi malaria, namun regulasi dan privasi tetap penting.
Filter nanofiber yang menangkap CO2 di dalam gedung
Para peneliti mengembangkan filter udara berbahan nanofiber karbon yang menangkap karbon dioksida di dalam bangunan. Filter ini kompatibel dengan sistem HVAC, bisa dipakai ulang, dan berpotensi menurunkan penggunaan energi dan emisi.
Jejak Otak untuk Menyesuaikan Perilaku dengan Orang Lain
Penelitian University of Zurich menunjukkan bagaimana aktivitas otak membantu orang menebak pikiran orang lain dan mengubah perilaku. Temuan ini menjelaskan proses "mentalisasi adaptif" dan dapat membantu memahami disabilitas sosial seperti autisme dan gangguan kepribadian.
Kapan Anak Siap Punya Ponsel? Pilihan Telepon Rumah
Ahli dari Virginia Tech menjelaskan kapan anak mungkin siap punya ponsel dan mengapa beberapa keluarga kembali memakai telepon rumah. Mereka menekankan manfaat batasan, risiko layar berlebih, dan pentingnya pembicaraan terbuka tentang teknologi.