Penelitian yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences memakai nanoflowers bersama sel punca. Di hadapan nanoflowers, sel punca memproduksi dua kali jumlah mitokondria normal. Sel punca yang ditingkatkan itu mentransfer mitokondria ekstra ke sel yang menua atau rusak.
Dengan mitokondria baru, sel yang rusak dapat memulihkan produksi energi dan fungsi. Nanopartikel yang digunakan lebih besar dari banyak molekul obat dan tetap berada di dalam sel, sehingga para peneliti menyatakan terapi ini mungkin cukup tahan lama dan bisa memerlukan pemberian hanya secara bulanan.
Kata-kata sulit
- penelitian — studi ilmiah untuk mencari informasi baru
- sel punca — sel yang bisa berkembang jadi jenis sel lain
- mitokondria — bagian sel yang membuat energi untuk sel
- nanopartikel — partikel sangat kecil yang lebih kecil dari sel
- mentransfer — memindahkan dari satu tempat ke tempat lain
- memulihkan — mengembalikan keadaan atau fungsi seperti sebelumnya
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurutmu sel punca bisa membantu sel yang rusak?
- Apakah kamu khawatir atau tertarik dengan penggunaan nanopartikel dalam tubuh? Mengapa?
- Pernahkah kamu mendengar tentang mitokondria sebelumnya? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Studi: Paparan Informasi Kesehatan Rendah Kredibilitas di Internet
Peneliti University of Utah memantau lebih dari 1,000 orang dewasa AS selama empat minggu untuk melihat bagaimana mereka menemukan informasi kesehatan daring. Studi menemukan paparan rendah namun sangat terkonsentrasi pada kelompok tertentu, terutama lansia yang condong ke kanan.
Senegal luncurkan respons nasional terhadap wabah RVF
Senegal meluncurkan respons nasional lintas sektor pada 20 October di Dakar untuk menghadapi wabah demam Lembah Rift. Pemerintah meningkatkan pengawasan, vaksinasi ternak, pengendalian nyamuk, dan upaya diagnostik di wilayah terdampak.
AI bantu layanan kesehatan di Sudan
Sistem kesehatan Sudan tertekan setelah hampir dua tahun perang. WHO memperingatkan kekurangan staf dan obat. Pejabat kesehatan mengatakan Sudan mulai memakai kecerdasan buatan untuk membantu perawatan di tempat layanan tradisional tidak lagi menjangkau.