Limfoma sel B besar biasanya diobati dengan antibodi yang menarget sel B dan empat obat kemoterapi. Perawatan ini menyembuhkan banyak pasien, tetapi gagal pada sekitar tiga dari 10 kasus dan kemoterapi dapat merusak jantung, terutama pada orang yang lebih tua. Karena sulit memprediksi siapa yang akan merespons, dokter sering ragu mencoba rejimen yang lebih sedikit toksisitasnya.
Peneliti dari Tufts dan UMass menganalisis sampel darah dari uji klinis pada anjing peliharaan. Mereka mengukur aktivitas gen pada sel imun yang beredar dalam darah pada beberapa waktu: sebelum pengobatan, satu minggu kemudian, pada akhir siklus, dan saat kanker kembali atau setelah 400 hari.
Hasil menunjukkan beberapa gen terkait hidup lebih lama, sedangkan gen yang distimulasi interferon terkait hasil lebih buruk. Tim mengembangkan tes laboratorium sederhana untuk mendeteksi sinyal awal dan berencana mengujinya untuk melihat apakah tes itu bisa meningkatkan kelangsungan hidup anjing dan membantu keputusan perawatan.
Kata-kata sulit
- limfoma — kanker pada sel B di sistem limfatik
- antibodi — protein tubuh yang melawan infeksi atau benda asing
- kemoterapi — pengobatan kanker dengan obat yang membunuh sel
- toksisitas — tingkat bahaya obat bagi tubuhtoksisitasnya
- interferon — protein yang diproduksi tubuh melawan virus
- kelangsungan hidup — lama hidup setelah diagnosis atau pengobatan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda tes darah sederhana mudah dilakukan pada hewan peliharaan? Mengapa?
- Mengapa penting mengurangi toksisitas kemoterapi pada orang yang lebih tua?
- Bagaimana hasil penelitian pada anjing bisa membantu keputusan perawatan manusia?
Artikel terkait
Risk Know-How, Platform Baru untuk Berbagi Pengalaman Risiko
Risk Know-How adalah layanan daring yang diluncurkan pada pertemuan AAAS untuk membantu komunitas berisiko berbagi pengalaman dan mendapat nasihat ahli tentang ancaman seperti wabah, cuaca ekstrem, dan risiko kecerdasan buatan.
AI Membimbing Mahasiswa Bedah Saat Latihan Menjahit Luka
Para peneliti di Johns Hopkins mengembangkan AI yang menilai dan memberi umpan balik personal pada mahasiswa kedokteran saat berlatih menjahit luka. Studi acak dengan 12 mahasiswa menunjukkan manfaat terbesar bagi yang sudah punya dasar bedah.