Pakistan: Usia Nikah 18 dan Tantangan Perkawinan Anak di PunjabCEFR B1
21 Sep 2025
Diadaptasi dari Mahpara Zulqadar, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Assad Tanoli, Unsplash
Perkawinan anak tetap umum di beberapa bagian Selatan Punjab meski ada perubahan hukum baru-baru ini. Di Behal, Layyah, gadis 14 tahun bernama Zunaira mengatakan ia ingin menjadi guru sains, tetapi keluarganya mengatur pernikahan dengan pria dua kali umurnya. Ibu Zunaira mengatakan mereka tidak punya pilihan.
Pada Mei 2025 Parlemen mengesahkan Child Marriage Restraint Bill yang menetapkan usia nikah 18 tahun untuk semua jenis kelamin. Undang-undang itu memperkenalkan denda dan hukuman penjara bagi yang mengatur pernikahan di bawah umur, serta memberi wewenang kepada otoritas lokal untuk menghentikan acara semacam itu. Pakistan Peoples Party menyambut baik undang-undang ini, sementara Jamiat Ulema-e-Islam–Fazl menolak dan mengumumkan protes nasional.
Perkawinan anak memiliki akar hukum panjang, dimulai dari Child Marriage Restraint Act 1929. Laporan UNICEF, WHO, UNESCO, dan organisasi lain menunjukkan angka dan risiko terkait, termasuk angka anak yang menikah sebelum 18 tahun dan meningkatnya putus sekolah. Upaya pencegahan melibatkan guru, imam, LSM, dan program dukungan ekonomi.
Kata-kata sulit
- pernikahan — Ikatan resmi antara dua orang.pernikahan anak
- pendidikan — Proses belajar dan mengajar.
- hukum — Aturan yang mengatur masyarakat.
- masyarakat — Sekelompok orang yang hidup bersama.
- dukungan — Bantuan atau sokongan untuk sesuatu.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa pendapat Anda tentang pernikahan anak di budaya lain?
- Bagaimana cara kita bisa membantu mengurangi pernikahan anak?
- Apa pentingnya pendidikan bagi anak perempuan?
Artikel terkait
Tagatose: gula langka yang dibuat dari glukosa oleh bakteri
Peneliti Tufts mengembangkan cara membuat tagatose, pemanis mirip gula, dengan merekayasa bakteri Escherichia coli. Metode ini menggunakan enzim baru dari jamur lendir dan menghasilkan tagatose lebih efisien, serta aman menurut otoritas kesehatan.
AI untuk memperbaiki data penyebab kematian
Para peneliti meluncurkan proyek CODA, alat AI tiga tahun yang didanai Gates Foundation untuk memperbaiki data penyebab kematian di negara berpenghasilan rendah. Alat ini dipakai di komunitas dan fasilitas, dan memberi tingkat keyakinan pada rekomendasi.