- Wanita pascamenopause memiliki risiko tinggi patah tulang.
- Risiko naik karena kadar estrogen berkurang.
- Banyak patah terjadi terutama pada bagian pinggul.
- Studi baru melihat hubungan antara jantung dan tulang.
- Wanita dengan risiko jantung tinggi lebih mungkin patah.
- Olahraga dan makanan sehat dapat membantu melindungi tulang.
- Berhenti merokok juga membantu menjaga kesehatan tulang.
- Pemeriksaan kepadatan tulang dapat menemukan risiko lebih awal.
- Penanganan tekanan darah dan diabetes juga penting untuk tulang.
- Para peneliti menyarankan pencegahan untuk jantung dan tulang.
Kata-kata sulit
- pascamenopause — masa setelah seorang wanita berhenti haid
- estrogen — hormon yang membantu kesehatan tulang dan reproduksi wanita
- pinggul — bagian tubuh di sisi bawah, dekat pinggang
- kepadatan — ukuran seberapa padat tulang dalam tubuhkepadatan tulang
- penanganan — cara merawat dan memberi obat pada masalah kesehatan
- pencegahan — tindakan untuk menghindari penyakit atau cedera
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda rutin berolahraga untuk menjaga tulang?
- Pernahkah Anda melakukan pemeriksaan kepadatan tulang?
- Apakah Anda atau keluarga Anda mencoba berhenti merokok?
Artikel terkait
Sensor Rumah dan AI Pantau Perubahan Kesehatan pada Pasien ALS
Tim di University of Missouri menguji sistem yang menggabungkan sensor rumah dan kecerdasan buatan untuk melacak perubahan fungsi sehari-hari pada pasien ALS. Tujuannya mendeteksi masalah lebih awal dan membantu tindakan klinis cepat.
Pencitraan menunjukkan perubahan koneksi otak pada Parkinson
Peneliti menggunakan pemindaian PET untuk mengukur dua penanda otak pada orang sehat dan pasien Parkinson. Mereka menemukan hubungan normal antara penanda itu terganggu pada pasien, sehingga gabungan penanda memberi gambaran perkembangan penyakit lebih jelas.
Transplantasi sel bantu kesehatan jantung setelah cedera sumsum tulang belakang
Para peneliti menguji transplantasi sel pada tikus untuk memperbaiki kontrol saraf atas tekanan darah dan denyut jantung setelah cedera sumsum tulang belakang. Hasil menunjukkan perbaikan saraf, namun respons hormon berlebih tetap ada.
Antibodi Rekayasa untuk Melawan HCMV
Peneliti mengembangkan antibodi rekayasa yang mencegah human cytomegalovirus (HCMV) mengelabui sistem kekebalan. Dalam uji laboratorium antibodi ini mengurangi penyebaran virus, namun masih diperlukan pengujian lebih lanjut sebelum dipakai secara klinis.