LingVo.club
📖+10 XP
🎧+10 XP
+15 XP
Risiko penyakit jantung terkait patah tulang pada wanita pascamenopause — Level A1 — X-ray of a human pelvis and hips

Risiko penyakit jantung terkait patah tulang pada wanita pascamenopauseCEFR A1

13 Apr 2026

Diadaptasi dari Andrew Yawn-Tulane, Futurity CC BY 4.0

Foto oleh Rohit Choudhari, Unsplash

Level A1 – Pemula
2 mnt
76 kata
  • Wanita pascamenopause memiliki risiko tinggi patah tulang.
  • Risiko naik karena kadar estrogen berkurang.
  • Banyak patah terjadi terutama pada bagian pinggul.
  • Studi baru melihat hubungan antara jantung dan tulang.
  • Wanita dengan risiko jantung tinggi lebih mungkin patah.
  • Olahraga dan makanan sehat dapat membantu melindungi tulang.
  • Berhenti merokok juga membantu menjaga kesehatan tulang.
  • Pemeriksaan kepadatan tulang dapat menemukan risiko lebih awal.
  • Penanganan tekanan darah dan diabetes juga penting untuk tulang.
  • Para peneliti menyarankan pencegahan untuk jantung dan tulang.

Kata-kata sulit

  • pascamenopausemasa setelah seorang wanita berhenti haid
  • estrogenhormon yang membantu kesehatan tulang dan reproduksi wanita
  • pinggulbagian tubuh di sisi bawah, dekat pinggang
  • kepadatanukuran seberapa padat tulang dalam tubuh
    kepadatan tulang
  • penanganancara merawat dan memberi obat pada masalah kesehatan
  • pencegahantindakan untuk menghindari penyakit atau cedera

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Apakah Anda rutin berolahraga untuk menjaga tulang?
  • Pernahkah Anda melakukan pemeriksaan kepadatan tulang?
  • Apakah Anda atau keluarga Anda mencoba berhenti merokok?

Artikel terkait

Antibodi Rekayasa untuk Melawan HCMV — Level A1
28 Des 2025

Antibodi Rekayasa untuk Melawan HCMV

Peneliti mengembangkan antibodi rekayasa yang mencegah human cytomegalovirus (HCMV) mengelabui sistem kekebalan. Dalam uji laboratorium antibodi ini mengurangi penyebaran virus, namun masih diperlukan pengujian lebih lanjut sebelum dipakai secara klinis.