- Nyeri tendon sering terjadi pada atlet muda dan dewasa.
- Kondisi ini disebut tendinopati dan biasanya menyakitkan.
- Penyebab sering karena beban berlebih pada tendon.
- Peneliti menemukan peran protein HIF1 dalam tendon.
- Aktivasi HIF1 dapat memicu penyakit tendon meskipun tanpa beban.
- Perubahan membuat serat kolagen lebih rapuh dan rusak.
- Pembuluh darah dan saraf tumbuh masuk, menyebabkan nyeri.
- Pengobatan dini penting karena kerusakan bisa menjadi permanen.
- Fisioterapi kadang tidak cukup pada kasus lanjut.
- Pilihan akhir sering operasi pengangkatan tendon yang sakit.
Kata-kata sulit
- tendinopati — penyakit pada tendon yang biasanya menyakitkan
- tendon — jaringan kuat yang menghubungkan otot ke tulang
- aktivasi — proses mengaktifkan protein atau sel dalam tubuh
- kolagen — protein yang membuat serat kuat di tubuh
- pembuluh darah — saluran kecil tempat darah mengalir di tubuh
- permanen — keadaan yang tidak mudah kembali seperti semula
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah merasakan nyeri pada tendon?
- Apa yang akan kamu lakukan jika mengalami nyeri tendon?
- Pernahkah kamu melakukan fisioterapi untuk masalah otot atau tendon?
Artikel terkait
Studi: AI Tidak Membuat Menulis Lebih Mudah bagi Mahasiswa
Sebuah studi menemukan bahwa penggunaan AI generatif sering menambah tuntutan kognitif saat menulis. Peneliti mengikuti mahasiswa dalam kursus tentang AI dan menulis, lalu menyimpulkan AI perlu digunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, peran manusia.
Pakistan: Usia Nikah 18 dan Tantangan Perkawinan Anak di Punjab
Parlemen Pakistan mengesahkan undang-undang pada Mei 2025 yang menetapkan usia nikah 18 tahun dan memberi denda serta hukuman. Namun perkawinan anak masih umum di Selatan Punjab, seperti kasus Zunaira yang berumur 14 tahun.
Pemimpin Penelitian Afrika Dorong Kontrol Lokal atas RD&I Kesehatan
Pemimpin penelitian Afrika meminta pengendalian regional atas penelitian dan pengembangan kesehatan. Mereka menyorot penurunan bantuan sejak 2021 dan mendorong pembiayaan, kapasitas produksi vaksin, serta kebijakan regional untuk membuka pasar.