Konflik di kawasan Teluk meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Pada awal Maret, serangan udara mengenai infrastruktur energi di sekitar Teheran dan menyebabkan kebakaran besar serta semburan asap hitam di kota.
Para ahli memperingatkan bahwa pemboman dan kebakaran melepaskan polutan seperti oksida nitrogen, oksida sulfur, karbon monoksida, senyawa organik berbahaya, asap hitam, dan partikel halus (PM2.5). WHO menaruh perhatian pada polusi dari pembakaran depot bahan bakar di Teheran dan laporan tentang "hujan hitam" menunjukkan zat berbahaya di udara.
Kontaminan juga dapat masuk ke tanah dan air, dan mungkin bertahan lama di lingkungan. Kebocoran minyak mengurangi kadar oksigen di perairan dan merusak kehidupan laut. Para peneliti menyarankan pemantauan real-time agar pihak berwenang dapat menilai polusi dan melindungi infrastruktur air.
Kata-kata sulit
- infrastruktur — sistem fasilitas dan jaringan untuk kebutuhan publikinfrastruktur energi
- polutan — zat yang mencemari udara, tanah, atau air
- oksida nitrogen — senyawa nitrogen dan oksigen yang mencemari udara
- senyawa organik berbahaya — molekul karbon dari sumber berbahaya bagi kesehatan
- partikel halus — partikel sangat kecil di udara, berbahaya jika terhirup
- kebocoran minyak — keluarnya minyak ke lingkungan dari fasilitas atau pipa
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana kebakaran dan asap hitam seperti di Teheran bisa mempengaruhi kehidupan sehari-hari penduduk kota?
- Langkah apa yang menurut Anda penting dilakukan pihak berwenang untuk melindungi sumber air setelah kebocoran minyak?
- Apakah di daerah Anda pernah ada insiden polusi besar? Ceritakan dampaknya dan bagaimana penanganannya.
Artikel terkait
Kekeringan Sungai Colorado dan Perubahan Iklim
Kekeringan panjang di barat daya Amerika Serikat dikaitkan dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia. Analisis baru menunjukkan penurunan presipitasi dan salju musim dingin, dan aliran sungai yang sekarang lebih rendah daripada sebelumnya.
Aerosol Bukan Penyebab Utama Kenaikan Panas Bumi
Sebuah studi baru menemukan perubahan polusi udara belakangan ini bukan penyebab utama dari meningkatnya ketidakseimbangan energi yang mendorong pemanasan global. Para peneliti menemukan tren aerosol berlawanan di belahan bumi yang sebagian besar saling meniadakan.
Permintaan Mineral untuk Energi Bersih Menyebabkan Masalah di Wilayah Miskin
Laporan PBB memperingatkan bahwa permintaan cepat terhadap mineral seperti lithium, kobalt dan grafit menyebabkan kerusakan lingkungan, kekurangan air, dan masalah kesehatan di beberapa wilayah termiskin, sementara negara kaya mendapat manfaat ekonomi lebih besar.