Penelitian dari Boston University menyurvei hampir 350 mahasiswa tentang kebiasaan bermain dan perasaan mereka sebelum, selama, dan setelah bermain. Peneliti menanyakan alasan orang memainkan game dan bagaimana perasaan mereka setelah bermain.
Lebih dari separuh responden mengatakan mereka menggunakan video game untuk mengatasi stres. Responden memainkan game pemain tunggal dan multipemain untuk tujuan ini. Jenis game yang sering dipakai termasuk strategi giliran, penembak orang pertama, dan permainan peran. Studi ini juga melihat permainan di komputer, konsol, dan ponsel.
Kata-kata sulit
- menyurvei — mengumpulkan jawaban orang dengan pertanyaan
- kebiasaan — cara melakukan sesuatu secara rutin atau biasa
- responden — orang yang menjawab pertanyaan dalam sebuah survei
- mengatasi — menyelesaikan atau mengurangi masalah atau tekanan
- pemain tunggal — permainan untuk satu orang pemain di satu waktu
- penembak orang pertama — jenis permainan dengan perspektif mata pemain
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah memainkan game untuk mengatasi stres? Mengapa atau mengapa tidak?
- Kamu lebih suka bermain pemain tunggal atau multipemain? Jelaskan satu alasan.
- Di perangkat apa kamu biasanya bermain game? Ceritakan singkat pengalamanmu.
Artikel terkait
Pil KB Kombinasi dan Perubahan Pola Makan
Sebuah studi yang dipublikasikan di JAMA Network Open menemukan hubungan antara pil kontrasepsi oral kombinasi monophasik dan peningkatan makan berlebihan yang terkait emosi. Peneliti mengamati pola makan wanita setiap hari selama beberapa minggu.
AI dapat memperkirakan risiko ADHD dari catatan kesehatan anak
Peneliti menemukan kecerdasan buatan bisa memakai catatan kesehatan elektronik untuk memperkirakan risiko anak mengembangkan ADHD beberapa tahun sebelum diagnosis biasa. Identifikasi dini dapat mempercepat dukungan yang membantu hasil jangka panjang.
Nanopartikel bantu sel punca tingkatkan mitokondria
Para peneliti di Texas A&M University menggunakan nanopartikel berbentuk bunga (nanoflowers) untuk membuat sel punca menghasilkan lebih banyak mitokondria dan mentransfernya ke sel yang menua atau rusak, sehingga memulihkan energi seluler.