- Sebuah studi menemukan video game dapat membantu mengatasi stres sehari-hari.
- Penelitian ini melihat kebiasaan bermain mahasiswa sarjana dan pascasarjana.
- Banyak orang memakai game untuk menenangkan diri setelah hari sulit.
- Game juga membantu mengatur emosi dan perasaan positif.
- Ada berbagai jenis game yang populer di kalangan pemain.
- Peneliti melihat permainan komputer, konsol, dan perangkat genggam.
- Bermain untuk cerita atau interaksi sosial sering memberi perasaan lebih baik.
- Hasilnya berbeda menurut tujuan pemain dan jenis permainan yang dipilih.
Kata-kata sulit
- mengatasi — menghadapi dan mengurangi masalah atau kesulitan
- kebiasaan — perbuatan yang sering dilakukan setiap hari
- menenangkan diri — membuat tubuh dan pikiran lebih tenang
- emosi — perasaan seperti senang atau sedih
- pascasarjana — program studi yang ditempuh setelah sarjana
- perangkat genggam — alat elektronik yang bisa dipegang saat dipakai
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu memakai game untuk menenangkan diri?
- Game apa yang paling kamu suka?
- Kamu lebih suka bermain untuk cerita atau untuk interaksi sosial?
Artikel terkait
PAHO Terbitkan Panduan untuk Mengobati Tungiasis
PAHO menerbitkan panduan berbasis bukti untuk pengobatan tungiasis. Panduan merekomendasikan dimethicone viskositas rendah, menentang pencabutan manual tidak aseptik, dan mengingatkan perlunya tindakan klinis, komunitas, dan lingkungan.
Asap Kebakaran Meningkatkan Ozon dan Risiko Kematian di AS
Analisis baru menggunakan data hampir dua dekade menemukan bahwa asap kebakaran hutan meningkatkan ozon permukaan di seluruh Amerika Serikat dan diperkirakan menyumbang lebih dari 2.000 kematian berlebih per tahun (usia 65+).
Kolera 2024: Penyebaran, Penyebab, dan Upaya Pengendalian
Kolera menyebar lewat air tercemar dan tetap menjadi ancaman karena konflik, perubahan iklim, dan sistem kesehatan yang runtuh. Pada 2024 dilaporkan 560,823 kasus dan 6,028 kematian; WHO menargetkan pengurangan lewat pencegahan dan vaksin.