Para peneliti melaporkan hasil studi yang menunjukkan kecerdasan buatan dapat menggunakan catatan kesehatan elektronik untuk memperkirakan risiko masa depan seorang anak mengembangkan ADHD. Studi ini, yang dipublikasikan dalam Nature Mental Health, menganalisis catatan dari lebih dari 140.000 anak dan melatih model khusus untuk menelaah riwayat medis sejak kelahiran hingga masa kanak-kanak awal.
Model AI itu belajar mengenali pola kombinasi peristiwa perkembangan, perilaku, dan kejadian klinis yang sering muncul bertahun-tahun sebelum diagnosis ADHD. Alat menunjukkan akurasi tinggi dalam memperkirakan risiko pada anak usia lima tahun ke atas, dan kinerjanya konsisten di berbagai karakteristik pasien seperti jenis kelamin, ras, etnis, dan status asuransi.
Peneliti menekankan bahwa alat ini tidak menggantikan diagnosis klinis. Sebaliknya, alat menandai anak yang mungkin mendapat manfaat dari perhatian lebih dekat oleh penyedia perawatan primer atau rujukan lebih awal ke spesialis. Mereka juga menyerukan studi lanjutan sebelum alat digunakan secara rutin.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — sistem komputer yang meniru kemampuan berpikir manusia
- catatan kesehatan elektronik — rekam medis pasien dalam bentuk digital
- memperkirakan — menilai kemungkinan sesuatu akan terjadi di masa depan
- riwayat — catatan kejadian atau kondisi sebelumnya pada seseorang
- diagnosis — penentuan penyakit atau gangguan oleh tenaga medis
- akurasi — tingkat ketepatan hasil atau prediksi alat
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda alat yang memperkirakan risiko ADHD bermanfaat bagi dokter? Mengapa?
- Jika alat menandai anak untuk perhatian lebih, tindakan apa yang sebaiknya dilakukan oleh penyedia perawatan primer?
- Apa kekhawatiran yang mungkin dimiliki orang tua tentang penggunaan catatan kesehatan elektronik untuk alat seperti ini?
Artikel terkait
Peneliti Temukan Kerentanan di Pengelola Kata Sandi Cloud
Peneliti ETH Zurich menguji tiga pengelola kata sandi berbasis cloud dan menemukan beberapa serangan yang dapat mengakses atau mengubah kata sandi pengguna. Mereka memberi penyedia waktu untuk memperbaiki dan memberi rekomendasi keamanan.
Mengapa nyeri kronis lebih lama pada wanita
Penelitian menemukan perbedaan pada sel imun bernama monosit yang membuat molekul pereda nyeri (IL-10). Monosit penghasil IL-10 lebih aktif pada pria, terkait hormon seks seperti testosteron, dan ini bisa menjelaskan nyeri yang berlangsung lama pada wanita.
Antibiotik pada Bayi Ubah Bakteri Usus dan Sel Imun Paru
Penelitian di University of Rochester Medicine menemukan bahwa pemberian antibiotik pada masa awal kehidupan mengubah bakteri usus dan memengaruhi pemrograman sel imun di paru-paru, dengan perubahan yang bisa bertahan hingga dewasa muda.
Reseptor NR4A1 dan kemungkinan manfaat kopi
Penelitian menunjukkan reseptor NR4A1 mungkin menjelaskan bagaimana senyawa dalam kopi melindungi sel dari kerusakan terkait penuaan. Kafein tampaknya bukan pemicu utama, dan studi ini bersifat mekanistik, bukan bukti langsung pada manusia.