Penelitian baru menunjukkan alasan biologis mengapa nyeri kronis sering lebih lama pada wanita. Para peneliti menemukan sebagian monosit, yaitu sel imun, melepaskan interleukin-10 (IL-10). Molekul IL-10 membantu meredakan rasa sakit. Mereka melihat sel penghasil IL-10 ini lebih aktif pada pria, dan perbedaan itu terkait dengan hormon seks seperti testosteron.
Studi menemukan pola serupa pada model tikus dan pasien manusia. Para peneliti berharap dapat mendorong sel imun membuat lebih banyak IL-10. Pengobatan baru kemungkinan masih memerlukan waktu, tetapi temuan ini membuka jalan untuk pilihan tanpa opioid dan memastikan nyeri wanita diperlakukan serius.
Tim juga melakukan beberapa tes pada tikus dan memperoleh hasil yang konsisten.
Kata-kata sulit
- kronis — yang berlangsung lama atau terus-menerus
- monosit — jenis sel imun dalam darah
- interleukin-10 — molekul sinyal yang membantu meredakan nyeriIL-10
- molekul — partikel kecil dalam sel atau tubuh
- hormon — zat yang dikeluarkan tubuh untuk mengatur fungsihormon seks
- testosteron — hormon seks yang umum pada laki-laki
- opioid — zat atau obat yang digunakan untuk meredakan nyeri
- pasien — orang yang menerima perawatan medispasien manusia
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa pendapat Anda tentang pilihan pengobatan tanpa opioid?
- Apakah Anda pernah mendengar bahwa nyeri kronis berbeda antara pria dan wanita? Ceritakan sedikit.
- Mengapa menurut Anda penting melakukan penelitian tentang nyeri kronis?
Artikel terkait
Kecerdasan buatan memperluas akses informasi kesehatan seksual
Organisasi dan peneliti di Amerika Latin menggunakan kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi kepada anak muda dan kelompok terpinggirkan. Proyek di Peru dan Argentina mengatasi hambatan bahasa, stigma, dan keterbatasan layanan.