LingVo.club
Level
Paparan timbal di masa kecil terkait gejala depresi remaja — Level B2 — Young boy sitting on a chair in an empty room.

Paparan timbal di masa kecil terkait gejala depresi remajaCEFR B2

2 Feb 2026

Diadaptasi dari Brown University, Futurity CC BY 4.0

Foto oleh Daniel David, Unsplash

Level B2 – Menengah-atas
5 mnt
282 kata

Peneliti melaporkan bahwa konsentrasi timbal yang lebih tinggi dalam darah selama masa kanak-kanak dikaitkan dengan meningkatnya gejala depresi pada masa remaja. Temuan ini dipublikasikan di JAMA Network Open dan menambah bukti bahwa paparan lingkungan dini dapat memengaruhi kesehatan mental di kemudian hari. Para peneliti menyoroti bahwa tingkat paparan pada usia sekitar 8 tahun tampak sangat penting.

Tim peneliti menganalisis data dari 218 pasangan pengasuh dan anak yang terdaftar dalam Health Outcomes and Measures of Environment Study. Studi itu mengikuti anak-anak dan keluarga sejak trimester kedua kehamilan hingga anak berusia 12 tahun. Konsentrasi timbal dalam darah diukur pada usia 1, 2, 3, 4, 5, 8, dan 12 tahun, dan kecemasan serta depresi dinilai sekitar usia 12 tahun. Mereka menemukan bahwa setiap kali rata-rata konsentrasi timbal selama masa kanak-kanak berlipat dua, ada peningkatan risiko gejala depresi yang dilaporkan oleh anak, dan bahwa konsentrasi yang relatif rendah di masa kanak-kanak juga terkait dengan gejala yang dilaporkan kemudian.

Para penulis membahas beberapa proses biologis yang mungkin menjelaskan hubungan ini. Mekanisme yang diajukan meliputi perubahan fungsi neurotransmiter, berkurangnya neurogenesis dan gangguan plastisitas sinaptik di wilayah otak yang terkait suasana hati, stres oksidatif dan peradangan, serta modifikasi genetik yang dapat memengaruhi timbulnya atau keberlanjutan gejala setelah paparan.

  • Perubahan fungsi neurotransmiter dan plastisitas otak.
  • Stres oksidatif dan peradangan.
  • Modifikasi genetik yang mempengaruhi gejala.

Christian Hoover dari Brown University School of Public Health menyatakan ada asosiasi yang meyakinkan antara paparan timbal sepanjang masa kanak-kanak dan gejala depresi. Joseph Braun, profesor epidemiologi dan direktur Center for Climate, Environment, and Health di Brown, menekankan kebutuhan upaya berkelanjutan untuk mencegah dan mengurangi paparan timbal pada anak. Penelitian ini menerima dana dari National Institutes of Environmental Health Sciences.

Kata-kata sulit

  • paparankontak seseorang dengan zat berbahaya atau lingkungan
  • neurogenesispembentukan sel saraf baru di otak
  • plastisitaskemampuan otak mengubah sambungan dan fungsi
    plastisitas sinaptik, plastisitas otak
  • stres oksidatifkerusakan sel karena radikal bebas oksigen
  • peradanganreaksi tubuh terhadap cedera atau infeksi
  • modifikasi genetikperubahan pada materi genetik individu atau sel
  • asosiasihubungan atau keterkaitan antara dua hal

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana upaya mengurangi paparan timbal pada anak dapat memengaruhi kesehatan mental di kemudian hari menurut artikel ini?
  • Mengapa paparan pada usia sekitar 8 tahun mungkin lebih penting daripada paparan pada usia lain?
  • Langkah pencegahan apa yang menurut Anda paling realistis untuk mengurangi paparan timbal pada anak di lingkungan sekitar?

Artikel terkait

AI Membantu Mendeteksi Melanoma — Level B2
21 Jan 2026

AI Membantu Mendeteksi Melanoma

Peneliti University of Missouri menguji kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi melanoma dari gambar kulit. Teknologi ini dimaksudkan sebagai alat pendukung keputusan, bukan pengganti dokter, dan hasil awal menunjukkan potensi peningkatan akurasi.