Peneliti melaporkan bahwa kecerdasan buatan bisa memakai catatan kesehatan elektronik untuk memperkirakan risiko anak mengembangkan ADHD beberapa tahun sebelum diagnosis biasa. Studi ini dipublikasikan dalam Nature Mental Health dan menganalisis catatan dari lebih dari 140.000 anak.
Para peneliti melatih model AI untuk menelaah riwayat medis sejak kelahiran hingga masa kanak-kanak awal. Model belajar mengenali kombinasi peristiwa perkembangan, perilaku, dan klinis yang muncul bertahun-tahun sebelum diagnosis. Alat ini menunjukkan akurasi tinggi untuk anak usia lima tahun ke atas dan kinerjanya konsisten di berbagai kelompok pasien.
Para peneliti menekankan bahwa AI tidak membuat diagnosis. Alat ini menandai anak yang mungkin memerlukan perhatian lebih dekat atau rujukan lebih awal. Identifikasi dini bisa mempercepat dukungan yang membantu anak.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — sistem komputer yang meniru pikiran manusia
- catatan kesehatan elektronik — data medis pasien yang disimpan secara digital
- memperkirakan — menentukan kemungkinan suatu kejadian di masa depan
- diagnosis — penentuan penyakit atau kondisi oleh tenaga medis
- akurasi — tingkat ketepatan hasil atau prediksi
- rujukan — pengiriman pasien ke layanan kesehatan lain
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda setuju penggunaan catatan kesehatan elektronik untuk membantu memperkirakan risiko? Mengapa?
- Jika seorang anak ditandai oleh alat ini, tindakan apa yang bisa dilakukan orang tua atau dokter?
- Apakah Anda khawatir jika alat AI menandai anak yang sebenarnya tidak bermasalah? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
HIV Meluas di Pakistan Karena Perawatan Medis Tidak Aman
Infeksi HIV di Pakistan meningkat dan kini terkait dengan praktik medis yang tidak aman. Penyelidikan rahasia menemukan jarum suntik ulang dan prosedur sterilisasi buruk yang memicu wabah lokal dan menyebar ke perempuan serta anak-anak.
Kerala tetapkan Bacillus subtilis sebagai mikroba resmi
Kerala menetapkan Bacillus subtilis sebagai mikroba resmi untuk menyoroti potensi mikroba bagi kesehatan, pertanian, lingkungan, dan ketangguhan iklim. Langkah ini terkait dengan Centre of Excellence in Microbiome yang mempelajari pemanfaatan mikroba tersebut.
Reseptor NR4A1 dan kemungkinan manfaat kopi
Penelitian menunjukkan reseptor NR4A1 mungkin menjelaskan bagaimana senyawa dalam kopi melindungi sel dari kerusakan terkait penuaan. Kafein tampaknya bukan pemicu utama, dan studi ini bersifat mekanistik, bukan bukti langsung pada manusia.
Sel T di amandel berbeda dari sel di darah
Penelitian menemukan bahwa sel T di amandel memiliki perbedaan penting dibanding sel T dalam darah. Tim peneliti menganalisis jutaan sel dari donor berbagai usia dan merekomendasikan memperhatikan lokasi jaringan saat menilai vaksin dan terapi.