Sebuah tim yang dipimpin oleh Priya Rajasethupathy di Rockefeller University memindai genom hampir 200 tikus yang dikawinkan silang dari delapan garis orang tua berbeda. Tujuannya adalah mencerminkan keragaman genetik dan mencari gen yang memengaruhi perhatian. Mereka menemukan bahwa tikus dengan performa perhatian tinggi mempunyai kadar Homer1 jauh lebih rendah di korteks prefrontal, daerah otak yang mengatur perhatian.
Analisis menunjukkan efek itu terutama berasal dari dua isoform pendek Homer1. Ketika peneliti mengurangi kedua isoform tersebut secara eksperimental pada tikus remaja, hewan menjadi lebih cepat, lebih akurat, dan kurang mudah teralihkan. Perubahan yang sama pada tikus dewasa tidak memberi efek, sehingga ada periode perkembangan yang krusial.
Pada tingkat sel, pengurangan Homer1 menyebabkan peningkatan reseptor GABA, yang menenangkan aktivitas dasar neuron dan memungkinkan ledakan aktivitas yang terfokus saat petunjuk muncul. Temuan ini membuka kemungkinan pendekatan terapi yang menenangkan sirkuit otak dibanding merangsang.
Kata-kata sulit
- genom — seluruh materi genetik suatu organisme
- keragaman genetik — perbedaan gen antar individu dalam satu populasi
- korteks prefrontal — bagian otak depan yang mengatur perhatian
- isoform — varian bentuk protein dari gen yang sama
- mengurangi — membuat jumlah atau tingkat menjadi lebih kecil
- reseptor — protein di sel yang menerima sinyal kimia
- neuron — sel saraf yang mengirim dan menerima sinyal
- perkembangan — proses perubahan dan pertumbuhan dari waktu ke waktu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurut Anda ada perbedaan efek pengurangan isoform Homer1 antara tikus remaja dan dewasa? Jelaskan singkat.
- Bagaimana pendekatan terapi yang menenangkan sirkuit otak bisa berbeda dari terapi yang merangsang? Beri contoh sederhana.
- Apakah hasil penelitian pada tikus ini mungkin berguna untuk pengobatan manusia? Berikan alasan singkat mendukung pendapat Anda.
Artikel terkait
Permainan Komputer Bantu Perbaiki Otak Setelah Cedera
Studi menunjukkan orang dewasa dengan cedera otak traumatik dapat memperbaiki struktur otak dan kemampuan berpikir dengan menyelesaikan permainan kognitif berbasis komputer. Perubahan terukur terlihat pada neuroplastisitas, kecepatan pemrosesan, perhatian, dan memori.
Molekul Waktu dan Talamus Mengatur Ingatan
Penelitian baru menunjukkan bahwa beberapa penunjuk waktu molekuler menentukan apakah kesan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang. Tim menemukan peran sentral talamus dan menyebut kemungkinan relevansi untuk penyakit seperti Alzheimer.
Studi Genetika: Banyak Korban Bunuh Diri Tanpa Depresi
Penelitian genetika University of Utah menunjukkan banyak orang yang meninggal karena bunuh diri tidak memiliki depresi atau riwayat psikiatri. Peneliti menganalisis data anonim lebih dari 2.700 kasus untuk menemukan perbedaan risiko genetik.
Studi: Petunjuk PHQ Membuat Hasil Skrining Tidak Konsisten
Penelitian menemukan petunjuk pada Patient Health Questionnaire (PHQ) sering diartikan berbeda oleh peserta. Para peneliti menyarankan memisahkan pertanyaan tentang frekuensi gejala dan tingkat gangguan untuk memperbaiki penilaian.