Banyak orang memilih pewarna alami dari bahan dapur untuk mewarnai telur Paskah. Bahan seperti kunyit, bit, bayam, matcha, atau kubis ungu dapat memberi warna kuning, merah, hijau, dan biru. Pewarna ini aman dipakai untuk perburuan telur atau sebagai camilan.
Keamanan penting: telur rebus keras sebaiknya dimakan dalam satu minggu dan disimpan di bawah 40 derajat Fahrenheit sampai digunakan. Jangan makan telur yang berada di luar suhu pendinginan lebih dari dua jam, atau satu jam jika suhu luar lebih dari 90 derajat Fahrenheit. Untuk menyiapkan pewarna, buat larutan pekat, saring padatan, dan tambahkan satu sendok teh cuka putih tiap larutan sebelum merendam telur.
Kata-kata sulit
- pewarna — zat untuk memberi warna pada makanan atau bendapewarna alami, Pewarna ini
- perburuan — kegiatan mencari telur yang disembunyikanperburuan telur
- larutan — cairan yang dibuat dari bahan campuranlarutan pekat
- saring — memisahkan bagian padat dari cairansaring padatan
- suhu — tingkat panas atau dingin di tempatsuhu pendinginan, suhu luar
- tambah — memasukkan sesuatu ke dalam campuran atau wadahtambahkan
- cuka — cairan asam yang biasa dipakai memasakcuka putih
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu mewarnai telur Paskah? Bahan alami mana yang ingin kamu coba?
- Bagaimana caramu menyimpan telur atau makanan matang di rumah supaya tetap aman?
Artikel terkait
Kebutuhan Psikologis Dasar Mempengaruhi Perilaku Minum Alkohol
Penelitian menunjukkan orang yang kebutuhan psikologisnya terpenuhi cenderung minum dengan lebih aman. Studi mengaitkan otonomi, kompetensi, dan koneksi dengan pilihan minum yang lebih bertanggung jawab dan risiko penyalahgunaan lebih rendah.
Kekhawatiran tentang Polisi dan Risiko Jantung pada Perempuan Kulit Hitam
Studi menemukan hubungan antara kekhawatiran tentang kebrutalan polisi—terutama khawatir soal anak—dengan penanda risiko kardiovaskular pada perempuan kulit hitam di Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan pengukuran ketebalan intima-media karotis sebagai indikator risiko.