Sebuah studi retrospektif menguji mamogram dengan kecerdasan buatan untuk melihat endapan kalsium pada arteri di jaringan payudara, yang disebut kalsifikasi arteri payudara. Peneliti menelaah data perempuan yang menjalani skrining payudara, terutama mereka berusia antara 40 dan 79 tahun.
Tim membagi kalsifikasi menjadi tidak ada, ringan, sedang, dan berat, lalu melihat risiko kardiovaskular di masa depan. Peneliti menyarankan perempuan membahas hasil mamogram dengan dokter untuk mempertimbangkan langkah pencegahan jika diperlukan.
Kata-kata sulit
- retrospektif — melihat data atau kejadian dari waktu sebelumnya
- kalsifikasi — pembentukan atau penumpukan zat kapur pada jaringankalsifikasi arteri payudara
- skrining — pemeriksaan awal untuk menemukan masalah kesehatanskrining payudara
- menelaah — membaca atau memeriksa sesuatu dengan teliti
- kardiovaskular — berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah
- pencegahan — tindakan untuk mengurangi atau menghentikan risiko
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Jika Anda mendapat hasil mamogram dengan kalsifikasi, apa yang akan Anda tanyakan pada dokter?
- Menurut Anda, mengapa penting membahas hasil mamogram dengan dokter?
- Pernahkah Anda atau seseorang yang Anda kenal menjalani skrining payudara? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Aplikasi 'Are You Dead Yet?' dan kesepian kaum muda di China
Aplikasi ponsel bernama “Are You Dead Yet?” tiba-tiba populer di Apple App Store China pada Januari 2026. Aplikasi ini meminta kontak darurat dan check-in rutin, dan menonjolkan kecemasan sosial di kalangan anak muda yang tinggal sendiri.
Menargetkan Sirkuit Otak Kurangi Kambuh Opioid
Peneliti dari Washington State University melaporkan bahwa menargetkan sirkuit antara korteks prelimbik dan thalamus paraventrikular mengurangi perilaku mencari obat pada model praklinis opioid. Studi ini memakai kemogenetika dan optogenetika.
Tagatose: gula langka yang dibuat dari glukosa oleh bakteri
Peneliti Tufts mengembangkan cara membuat tagatose, pemanis mirip gula, dengan merekayasa bakteri Escherichia coli. Metode ini menggunakan enzim baru dari jamur lendir dan menghasilkan tagatose lebih efisien, serta aman menurut otoritas kesehatan.