Penelitian retrospektif yang dipimpin Hari Trivedi di Emory University meneliti mamogram dan menggunakan alat kecerdasan buatan untuk mengukur breast arterial calcification (kalsifikasi arteri payudara). Studi ini mengambil data dari perempuan yang menjalani skrining payudara, semua tanpa riwayat penyakit kardiovaskular saat pemotretan, dengan rentang usia 40 sampai 79 tahun.
Para peneliti mengklasifikasikan kalsifikasi sebagai tidak ada, ringan, sedang, atau berat. Mereka lalu membandingkan kejadian penyakit kardiovaskular di kelompok-kelompok tersebut dan menemukan bahwa risiko bertambah seiring beratnya kalsifikasi.
Tim menekankan pentingnya mamogram mulai usia 40 tahun dan mendorong perempuan membahas hasil dengan dokter untuk langkah pencegahan. Hasil penelitian dipublikasikan di European Heart Journal dan didanai oleh National Institutes of Health.
Kata-kata sulit
- retrospektif — mengamati data masa lalu untuk penelitian
- mamogram — gambar rontgen payudara untuk pemeriksaan
- kecerdasan buatan — sistem komputer yang bisa belajar dan membuat keputusan
- kalsifikasi — endapan kalsium pada dinding pembuluh darah
- skrining — pemeriksaan untuk menemukan penyakit lebih awal
- riwayat — catatan kondisi atau kejadian dari masa lalu
- mengklasifikasikan — membagi sesuatu ke dalam beberapa kelompok
- risiko — kemungkinan terjadinya sesuatu yang buruk
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda setuju perempuan harus mulai mamogram pada usia 40? Jelaskan alasan Anda.
- Bagaimana hasil mamogram dan informasi tentang kalsifikasi bisa memengaruhi langkah pencegahan kesehatan?
- Apa keuntungan dan kekhawatiran penggunaan kecerdasan buatan dalam pemeriksaan medis menurut Anda?
Artikel terkait
Aplikasi 'Are You Dead Yet?' dan kesepian kaum muda di China
Aplikasi ponsel bernama “Are You Dead Yet?” tiba-tiba populer di Apple App Store China pada Januari 2026. Aplikasi ini meminta kontak darurat dan check-in rutin, dan menonjolkan kecemasan sosial di kalangan anak muda yang tinggal sendiri.
Menargetkan Sirkuit Otak Kurangi Kambuh Opioid
Peneliti dari Washington State University melaporkan bahwa menargetkan sirkuit antara korteks prelimbik dan thalamus paraventrikular mengurangi perilaku mencari obat pada model praklinis opioid. Studi ini memakai kemogenetika dan optogenetika.
Tagatose: gula langka yang dibuat dari glukosa oleh bakteri
Peneliti Tufts mengembangkan cara membuat tagatose, pemanis mirip gula, dengan merekayasa bakteri Escherichia coli. Metode ini menggunakan enzim baru dari jamur lendir dan menghasilkan tagatose lebih efisien, serta aman menurut otoritas kesehatan.